Wakil Bupati Blitar Ajukan Pengunduran Diri ke DPRD, Sengaja Disingkirkan Sejak Awal?

- Penulis

Selasa, 15 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Blitar Rahmat menyerahkan surat pengunduran diri ke Sekwan DPRD, Senin (14/8/2023).

Wabup Blitar Rahmat menyerahkan surat pengunduran diri ke Sekwan DPRD, Senin (14/8/2023).

Blitar – Kehadiran Wakil Bupati Blitar, Rahmat, yang telah mengiringi Bupati Rini Syarifah selama tiga tahun, menggemparkan Pemerintahan Kabupaten Blitar.

Pada Senin (14/8/2023), siang hari, pria yang berasal dari Surabaya ini tiba-tiba datang ke gedung DPRD Kabupaten Blitar tanpa adanya acara rapat rutin yang biasa terjadi.

Tindakan ini menimbulkan kebingungan di antara para anggota DPRD. Ia menyerahkan surat pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Bupati. Langkah ini diambil dengan alasan yang cukup berani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu alasan yang diungkapkannya adalah adanya dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Dia menyoroti situasi di Badan Layanan Pengadaan (BLP), terkait proyek pengadaan barang dan jasa. Menurut informasi, pemenang tender proyek diharuskan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu.

“Kami tidak bisa mengabaikan fakta bahwa kami juga sedang mencalonkan diri sebagai calon legislatif di daerah lain. Namun, yang menjadi alasan utama adalah adanya pungutan liar,” jelas Rahmat, Wakil Bupati Blitar setelah menyerahkan surat pengunduran diri pada Senin (14/8/2023).

Baca Juga :  Yenny Wahid Merespon Positif Tawaran Cawapres Anies Baswedan

Rahmat saat ini tengah mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan bukan lagi di Dapil Blitar melainkan di Tuban dan Bojonegoro.

Syarat untuk mencalonkan diri ini mengharuskannya untuk tidak merangkap jabatan ketika mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga pengunduran diri sebagai Wakil Bupati merupakan konsekuensinya.

Keputusan pengunduran diri ini langsung memicu beragam komentar negatif mengenai hubungannya dengan bupati, yang diyakini sudah lama mengalami ketidakharmonisan.

Wakil Bupati Blitar itu seringkali tidak dilibatkan pada penyusunan kebijakan dan birokrasi, bahkan ia seringkali tidak diundang dalam rapat-rapat penting.

“Pak Rahmat itu orangnya berani sehingga dianggap merepotkan kalau banyak tahu sehingga mungkin saja sengaja dibikin nggak krasan seperti itu,” ujar sumber yang tidak mau disebut namanya.

Baca Juga :  Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep

Dengan latar belakang politik yang tidak lagi membebani, dan hubungan yang sudah lama tidak harmonis dengan bupati, politisi dari PAN ini merasa lebih leluasa untuk mengutarakan segala hal, termasuk dugaan pungli dan pengaturan proyek.

Bahkan, keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati telah direncanakan berkali-kali sebelumnya.

Baru-baru ini, dia memicu kegemparan di Pemerintahan Kabupaten Blitar karena mengancam akan mengundurkan diri karena ajudan istrinya yang di mutasi ke kecamatan.

Keadaan tersebut menciptakan kehebohan, namun bupati akhirnya mencabut keputusan mutasi itu dan mengembalikan ajudan istrinya ke posisi semula, sehingga niat Rahmat untuk mundur tertunda.

Namun, kali ini tampaknya pengunduran diri Rahmat lebih serius.

“Ya, kami telah menerima suratnya dan sekarang kami akan menyampaikannya kepada pimpinan dewan untuk dibahas,” ungkap Haris Susianto, Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Blitar.

Baca Juga :  8 ABK Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Pantai Gayasan Blitar

Respons anggota dewan terhadap pengunduran diri ini tampaknya tidak langsung timbul. Entah mereka enggan memberikan tanggapan atau mungkin mereka sudah mengetahui alasan di balik langkah ini, namun tak seorang pun dari anggota dewan bersedia memberikan komentar.

“Kita akan membahasnya saat rapat, lebih baik tidak memberikan komentar sekarang karena bisa berdampak buruk pada opini publik,” kata seorang anggota dewan yang tidak ingin namanya disebutkan.

Di sisi lain, M Trianto, koordinator LSM KRPK (Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi), tidak merasa terkejut atas pengunduran diri mendadak Wakil Bupati Blitar karena dia tengah mencalonkan diri sebagai calon legislator.

Namun, yang lebih penting adalah adanya dugaan pungutan liar dalam proyek pengadaan barang yang diungkap oleh Rahmat.

“Masalah ini seharusnya dilaporkan kepada penegak hukum, atau bahkan tanpa laporan, penegak hukum seharusnya langsung mengambil tindakan,” tegas Trianto.

 

Berita Terkait

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung
Rapat Kerja LPI Al-Azhaar Targetkan Anak Melek Teknologi dengan Nilai-Nilai Islami
Brand Fashion Salvina.ys Salurkan Bantuan 5 Ton Beras untuk Korban Banjir Bandang di Tanah Datar
Ratusan Pemudik Pilih Angkutan Gratis Saat Gelombang Arus Balik Lebaran
Viral Kru Bus Margo Joyo Adu Jotos dengan Pengemudi Avanza di Bojonegoro
Ditlantas Polda Jatim Antisipasi Kepadatan Lalin Objek Wisata Saat Arus Balik
Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD
Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:02 WIB

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:56 WIB

Rapat Kerja LPI Al-Azhaar Targetkan Anak Melek Teknologi dengan Nilai-Nilai Islami

Minggu, 14 April 2024 - 21:51 WIB

Viral Kru Bus Margo Joyo Adu Jotos dengan Pengemudi Avanza di Bojonegoro

Minggu, 14 April 2024 - 21:45 WIB

Ditlantas Polda Jatim Antisipasi Kepadatan Lalin Objek Wisata Saat Arus Balik

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:23 WIB

Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:16 WIB

Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Berita Terbaru

Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Jasa Raharja, mengadakan razia ramp check, memeriksa kelengkapan dan kelaikan armada bus pariwisata di kawasan pesisir selatan Tulungagung, Kamis (23/5/2024).

berita

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:02 WIB

advertorial

ICONNET Ajak 1000 Pelanggan Setia dari 25 Kota Nonton Bareng

Senin, 20 Mei 2024 - 18:48 WIB

opini

Kendaraan Si Pengganti Kaki

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:12 WIB