Pelecehan Seksual di Grup WhatsApp Kantor, Bisa Dipidana?

- Penulis

Senin, 15 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Tangkapan layar korban saat bersama suaminya

FOTO: Tangkapan layar korban saat bersama suaminya

SIARANESIA – Pelecehan seksual lagi-lagi kejadian. Kali ini kejadiannya di lingkungan kerja, dan parahnya lagi lewat grup WhatsApp. Aduh udah deh, mikirin kerjaan aja dua berat, masih ditambah lagi sama lingkungan kerja toxic.

Ini nih, gimana caranya kita mau produktif kalau kerjanya di lingkungannya toxic. Tapi pertanyaannya, jangan-jangan nih, pada nggak tahu ya, kalau yang katanya cuma bercandaan itu bisa loh dijadikan pidana. Atau pada belum tahu, sebenernya pelecehan seksual itu kayak apa sih. Nah ini nih pentingnya diskusi.

Masih pada inget nggak sama MS, karyawan di lembaga Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI yang mengalami pelecehan seksual. Kejadian itu terjadi di awal September tahun 2021. MS waktu itu mengaku dirundung dan dilecehkan secara seksual dan melaporkan 7 rekannya ke polisi. Waktu itu, MS sampai terganggu kondisi psikisnya.

Nah, entah nggak ngikutin berita atau kurang update, kejadian lagi nih, kasus serupa. Kali ini menimpa seorang karyawati sebuah kantor di kawasan Jakarta Barat. Dia merasa dilecehkan oleh teman sekantornya di grup WhatsApp kantor.

Nah, sang suami nggak terima dong. Kisahnya, dishare di media sosial sang suami. Riko Pramono nama suaminya. Riko ini cerita kronologi pelecehan yang dialami sang istri. Dan karena nggak terima, Riko pun ngelaporin kasus ini ke polisi

“Ya alasan saya cuman satu. Saya ingin mendapatkan keadilan secara hukum dan ini akan menjadi pelajaran buat semua gitu ya. Bahwa tidak ada celah dan tidak ada tempat untuk perilaku pelecehan, khususnya, terlebih lagi terhadap perempuan,” kata Riko.

Eh, sebentar dulu deh. Kalau niatnya cuma bercandaan, guyonan gitu, saling sambut di grup WhatsApp, apa iya bisa diproses hukum?

Baca Juga :  Liburan Seru di Jatim Park 2 Malang, Tempat Wisata Keluarga Terpopuler di Jawa Timur

“Disamping UU ITE, kalau cuitan itu atau muatan yang melalui WAG itu membuat seseorang tidak senang, merasa dicemarkan nama baiknya, selain pelecehan seksual, bisa masuk ke soal pencemaran nama baik itu, si korban merasa diperlakukan tidak senang. Karena itu bisa diterapkan pasal 335 KUHP,” terang Abdul Fickar, Pengamat Hukum Pidana.

Kalau berdasarkan pasal-pasal yang disebutkan Pak Abdul tadi, para pelaku pelecehan seksual ini bisa diancam pidana 1-12 tahun penjara. Emangnya mau dipenjara?

Nah, udah tahu ya. Jadi makanya mulai sekarang kudu ati-ati kalau bercanda. Tapi, udah pada tahu belum, pelecehan seksual tuh kayak gimana sih?

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual itu tindakan bernuansa seksual, melalui kontak fisik maupun kontak non fisik. Yang termasuk tindakan pelecehan seksual, siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi pornografi dan keinginan seksual.

Baca Juga :  Gempa Mentawai Terkini: BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami

Lalu ada colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat seksual yang tindakan semua itu mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin aja hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.

Tuh, udah pada tahu ya, semua efek-nya buat korban. Kena mental, psikisnya terganggu, dan udah tahu semua juga ya, ancaman pidana buat para pelaku pelecehan seksual.

Jadi ya udahlah. Sekali lagi saya ingatkan, buat saya juga sih. Hati-hati dan bijaksana untuk berbicara ataupun berkomentar secara verbal maupun nonverbal. Nih, kalau dulu pribahasanya Mulutmu harimaumu, kalau zaman sekarang, “jarimu harimaumu”.

Jangan sampai jari kita menyakiti orang lain. Oke? Nggak mau juga kan kalau disakiti orang lain.

Berita Terkait

Perkiraan Song List Konser Ed Sheeran “Mathematics Tour” di Jakarta
Bus Trans Jatim Koridor II Mojokerto-Bungurasih Beroperasi, Digratiskan Selama 7 Hari
3 Polisi Ditangkap Terlibat Senjata Api Ilegal, Bukan Kasus Terorisme
3 Polisi Ditangkap Polisi atas Dugaan Aksi Terorisme
Tersangka Terorisme di Bekasi Pernah Jenguk Narapidana Terorisme
Tersangka Terorisme DE Diduga Gunakan Marketplace untuk Perdagangan Senjata
Densus 88 Sita 16 Senjata Api dari Rumah Karyawan PT KAI Tersangka Teroris
Gerindra, PKB, Golkar, dan PAN Resmi Bentuk Koalisi Pilpres 2024

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB