3 Polisi Ditangkap Terlibat Senjata Api Ilegal, Bukan Kasus Terorisme

- Penulis

Jumat, 18 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kombes Pol Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers pada Jumat (18/8).

Kombes Pol Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers pada Jumat (18/8).

Jakarta – Polda Metro Jaya menampik tudingan bahwa tiga anggota kepolisian ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kasus terorisme yang melibatkan pegawai PT KAI bernama DE (28).

“Kami tegaskan, anggota Polri tidak ada hubungan dengan jaringan teror. Ini informasi tidak benar,” tegas Kombes Pol Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers pada Jumat (18/8).

Hengki menjelaskan bahwa selama ini terdapat disinformasi yang beredar di masyarakat mengenai penangkapan anggota Polri terkait kasus terorisme. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut keliru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi sekali lagi informasi yang beredar perlu kami luruskan. Operasi kami tetap berlanjut masih banyak senjata belum kami sita. Kami kolaborasi dengan Densus bersama termasuk Puspom TNI menjaga Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :  3 Polisi Ditangkap Polisi atas Dugaan Aksi Terorisme

Adapun Polri memang telah menangkap tiga anggota polisinya. Dua dari mereka merupakan anggota Polda Metro Jaya.

Penangkapan ini, seperti yang dijelaskan oleh Hengki, terkait dengan peredaran senjata api ilegal. Namun, penangkapan ini tidak memiliki kaitan dengan kasus terorisme.

Ketiga anggota tersebut diduga terlibat dalam penjualan senjata api ilegal yang kemudian dibeli oleh tersangka teroris. Namun, Hengki menegaskan bahwa ketiga anggota tersebut tidak saling mengenal dengan para teroris.

“Sementara ini, motifnya tidak ada kaitan dengan terorisme dan tidak ada keterlibatan dalam jaringan teror. Tujuan untuk melakukan tindakan teror juga tidak ada karena tidak ada hubungan personal, hanya komunikasi online,” terangnya.

Baca Juga :  Tersangka Terorisme DE Diduga Gunakan Marketplace untuk Perdagangan Senjata

Tiga anggota yang ditangkap adalah anggota Krimum Polda Metro Jaya, yaitu Reynaldi Prakoso, Iptu Muhamad Yudi Saputra dari Polsek Bekasi Utara, dan Bripka Syarif Mukhsin dari Renmim Samapta Polresta Cirebon Kabupaten.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa tiga anggota Polri ditangkap terkait jaringan terorisme terkait dengan kasus pegawai PT KAI yang ditangkap beberapa waktu sebelumnya.

Pegawai PT KAI yang dimaksud adalah DE (28) yang ditangkap di Bekasi pada tanggal 14 Agustus. Ia diduga terlibat dalam jaringan ISIS.

Sebagai simpatisan ISIS, DE diduga aktif dalam menyebarkan propaganda melalui media sosial. Ia juga merupakan admin dan pembuat akun Telegram “Arsip Film Dokumenter dan Breaking News” yang menyebarkan kegiatan teror global yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar, mengungkapkan bahwa DE turut menyebarkan poster dengan teks baiat kepada pemimpin ISIS Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi sebagai bagian dari upaya menyebarkan propaganda.

Aswin menjelaskan bahwa DE, yang terafiliasi dengan jaringan ISIS, telah merencanakan aksi penyerangan terhadap Mako Brimob atau Mabes TNI.

Berita Terkait

Brand Fashion Salvina.ys Salurkan Bantuan 5 Ton Beras untuk Korban Banjir Bandang di Tanah Datar
ICONNET Ajak 1000 Pelanggan Setia dari 25 Kota Nonton Bareng
Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD
Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin
Sebelum Wafat, Rizal Ramli Hampir 2 Bulan Dirawat di RSCM karena Kanker Pankreas
Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Wali Kota Mojokerto Memimpin Pelantikan Pengurus GP Ansor dan Pengukuhan Satkorcab Banser
Progres Investasi IKN Terus Berkembang: Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Upacara Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:02 WIB

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:56 WIB

Rapat Kerja LPI Al-Azhaar Targetkan Anak Melek Teknologi dengan Nilai-Nilai Islami

Minggu, 14 April 2024 - 21:51 WIB

Viral Kru Bus Margo Joyo Adu Jotos dengan Pengemudi Avanza di Bojonegoro

Minggu, 14 April 2024 - 21:45 WIB

Ditlantas Polda Jatim Antisipasi Kepadatan Lalin Objek Wisata Saat Arus Balik

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:23 WIB

Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:16 WIB

Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Berita Terbaru

Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Jasa Raharja, mengadakan razia ramp check, memeriksa kelengkapan dan kelaikan armada bus pariwisata di kawasan pesisir selatan Tulungagung, Kamis (23/5/2024).

berita

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:02 WIB

advertorial

ICONNET Ajak 1000 Pelanggan Setia dari 25 Kota Nonton Bareng

Senin, 20 Mei 2024 - 18:48 WIB

opini

Kendaraan Si Pengganti Kaki

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:12 WIB