banner pilkada 2024
banner hut ri

GP Ansor Jawa Timur Kecam Keras Penistaan Al-Quran di Swedia

ilustrasi
Surabaya – GP Ansor Jawa Timur kecam keras tindakan seorang pria yang menginjak dan menendang kitab suci Al-Quran di Swedia. Insiden tersebut terjadi pada bulan Juni yang lalu dan dilakukan oleh seseorang bernama Momika di depan Kedutaan Besar Irak di Stockholm.

M Fawait, Bendahara Ansor Jatim, menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang sangat biadab, terutama karena kejadian ini terjadi tidak lama setelah pembakaran Al-Qur’an pada akhir Juni 2023.

“Tindakan provokatif ini terjadi di negara yang konon katanya menghormati HAM dan kebebasan. Saya kira itu tindakan yang sangat biadab, dan seharusnya negara di tempat itu tidak boleh membiarkan penistaan kitab suci agama terjadi lagi,” kata M Fawait  pada Sabtu (22/7/2023).

Selaku Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN), dia mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan protes melalui jalur diplomasi internasional. Pasalnya, kejadian ini telah terjadi dua kali dalam waktu sebulan dan di negara yang sama.

“Warga tidak boleh terprovokasi, terutama karena Indonesia akan memasuki tahun politik. Kita harus percayakan kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintah kita untuk menyampaikan protes melalui jalur diplomatik dan hukum internasional,” ungkapnya.

Menyikapi tindakan penistaan terhadap Al-Qur’an, Gus Fawait juga menyatakan keyakinannya bahwa peradaban dunia akan semakin beralih dari Eropa ke benua Asia. Dia menyoroti bagaimana Asia sangat menghormati kebebasan berpendapat dan beragama.

“Di Asia, banyak negara yang menjaga, menghormati, dan menghargai perbedaan. Ironisnya, di Eropa, seperti Swedia yang mengklaim menghormati nilai-nilai tersebut, tampaknya hal tersebut tidak terjadi,” tegasnya.

Gus Fawait juga mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan balasan terhadap tindakan di kantor yang berhubungan dengan negara Swedia.

“Saya mengimbau agar masyarakat tetap tenang menghadapi tindakan biadab ini dan tidak terprovokasi. Tindakan ini tidak mencerminkan nilai-nilai kebebasan yang seharusnya dijunjung tinggi di negara tersebut. Namun, kita sebagai umat Islam harus menunjukkan bahwa kita tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!