Geger Kampung Miliarder Tuban: Pro dan Kontra Pembebasan Lahan oleh Pertamina

- Penulis

Sabtu, 15 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kecamatan Jenu, Tuban saat diajak bertemu dengan Pertamina soal pembebasan lahan untuk pelebaran jalan

Warga Kecamatan Jenu, Tuban saat diajak bertemu dengan Pertamina soal pembebasan lahan untuk pelebaran jalan

Tuban – Pembangunan New Grass Refinery and Petrochemical (NGRR) di Tuban masih berlanjut melalui kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan Rusia, Rosneft.

Dalam waktu dekat, Pertamina berencana untuk membebaskan lahan milik warga sebagai bagian dari pelebaran jalan akses di kampung miliarder di Kecamatan Jenu, Tuban.

Hal ini menyebabkan heboh dan menjadi perbincangan publik di Kampung Miliarder Tuban. Saat ini, proses pembebasan lahan masih dalam tahap konsultasi publik.

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari Minggu (10/7/2023), ratusan penduduk dari Desa Wadung, Sumurgeneng, Tasikharjo, Purworejo, dan Remen dikumpulkan di Pendopo Kecamatan Jenu dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan konsultasi publik tersebut, beberapa warga setuju dengan rencana pembebasan lahan, sementara ada yang menolak secara tegas.

Baca Juga :  FK Unair dan Kampus Belanda Kerjasama Atasi Permasalahan Tulang dan Sendi

Sucipto, seorang warga Desa Sumurgeneng, mengungkapkan bahwa dia tidak menolak dan cenderung setuju dengan rencana tersebut, tetapi dengan beberapa syarat. Dia meminta Pertamina memberikan harga yang lebih tinggi karena pembebasan lahan akan mempengaruhi permukiman di area tersebut.

Selain itu, dia juga meminta pembebasan lahan tidak hanya memenuhi kebutuhan Pertamina, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan jangka panjang warga setempat yang terkena dampak dari pembebasan tersebut.

“Sektor yang terkena dampak bukan hanya tanah, tetapi juga pemukiman. Jika pemukiman memiliki panjang 10 meter dan yang terkena hanya 2 meter, maka pembebasan lahan harus dilakukan sepanjang pemukiman tersebut. Jika tidak, hal ini hanya akan membuat warga resah,” ujar Sucipto.

Baca Juga :  Pabrik Rambut Palsu PT.HTI Paksa Pekerja Lembur Tanpa Bayaran

Namun, pendapat Matraji berbeda dengan warga lainnya. Dia dengan tegas menolak pembebasan lahan untuk akses jalan proyek kilang Tuban. Menurutnya, Pertamina seharusnya menggunakan lahan yang berada di sebelah selatan pemukiman warga.

“Harapan saya adalah pembebasan lahan ini bisa dipindahkan ke selatan desa agar masyarakat desa tidak terganggu. Jika jalan diperlebar, bisa terjadi kecelakaan karena banyak anak kecil di sekitar,” ungkap Matraji.

Menanggapi pro dan kontra di masyarakat, Sr Officer III Land Acquisition Asset Management PT Pertamina (Persero), Evri Marta Risal, menyatakan bahwa pembebasan lahan sudah sesuai dengan rekomendasi dan analisis dampak dan lalu lintas (Amdal Lalin) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan dan PUPR.

Baca Juga :  Harga BBM Naik Lagi Per 1 Agustus 2023, Catat Harganya!

“Kami sudah melakukan inventarisasi, ada sekitar 219 bidang tanah dengan luasan 17 ribu meter persegi yang akan kami bebaskan untuk pelebaran jalan dan pembangunan jalan,” ujar Evri Marta Risal kepada media di Tuban.

Evri menambahkan bahwa panjang pelebaran jalan yang dibutuhkan oleh Pertamina sekitar 3.700 meter, sementara untuk pembangunan jalan baru mencapai 1,8 kilometer.

“Konsultasi publik adalah tahapannya saat ini. Setelah itu, Pertamina akan mengajukan penetapan lokasi (Penlok) kepada Bupati. Jika disetujui, Bupati akan menerbitkan Penlok. Kemudian, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan melakukan identifikasi tanah,” tambah Evri Marta Risal.

Berita Terkait

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD
Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin
Sebelum Wafat, Rizal Ramli Hampir 2 Bulan Dirawat di RSCM karena Kanker Pankreas
Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi
Sumatraco Langgeng Makmur Dukung Bazaar Maulid Nabi 2023

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB