Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

- Penulis

Rabu, 3 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Arus balik libur Nataru via jalur laut dari dan menuju Surabaya masih berlangsung. Arus balik ini bahkan diprediksi terus terjadi hingga Jumat (5/1/2024). Seiring berjalannya arus balik itu, pengelola pelabuhan melakukan evaluasi sejumlah masalah.

General Manager Kalimas dan Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelindo Sub Regional Jawa Dhany Rachmad Agustian mengatakan pada 2024 ini pihaknya masih mengevaluasi sejumlah hal. Salah satunya adalah penumpukan penumpang.

“(Evaluasi) masih sekitar antisipasi penumpukan-penumpukan (penumpang) ya. Karena memang mereka biasanya datang 2 sampai 3 hari sebelum kedatangan,” kata Dhany saat dikonfirmasi awak media, Selasa (2/1/2024).

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah, itu yang menjadi concern kami supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Penumpukan-penumpukan yang ada di jalan harus kami segerakan agar masuk ke terminal atau kapal,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda 77 Desa di Pamekasan

Selain berkaitan dengan penumpukan penumpang, Dhany menegaskan bahwa ticketing juga menjadi salah satu bahan evaluasi. Menurutnya, penjualan tiket selama ini masih meninggalkan sejumlah catatan.

“Karena memang yang dijual seharusnya 2 jam sebelum kedatangan kapal harus sudah di-close. Tapi, karena permintaan kapal tinggi, 30 menit sebelum keberangkatan kapal masih dijual. Tapi itu untuk antisipasi saja sih,” katanya.

Dia memastikan pihaknya juga sedang membuat pola dan strategi agar penumpukan penumpang serta penjualan tiket bisa berjalan dengan apik. Supaya hal-hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Sudah kami coba atur ya dan kedatangan-kedatangan mereka yang dalam kurun waktu tertentu sifatnya sudah mulai mengalir terus lah. Jadi tidak sampai terjadi penumpukan-penumpukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Penerbangan Menuju Malang Dialihkan ke Juanda Akibat Dampak Abu Vulkanik Semeru

Berita Terkait

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita
Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging
Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM
Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo
Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP
Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB