banner pilkada 2024
banner hut ri

Penerimaan Siswa SD/Mi di Surabaya, Tes Calistung Dihapus

Surabaya – Pemkot Surabaya bersama Bunda PAUD telah mengambil langkah berani dalam upaya menghilangkan kecemasan yang sering dirasakan oleh orangtua saat anak-anak memasuki tahun ajaran baru.

Ini diwujudkan melalui gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, yang merangkul perubahan signifikan dalam proses penerimaan peserta didik baru pada tingkat pendidikan SD/Mi di kota ini.

Salah satu langkah penting yang diambil adalah penghapusan tes baca, tulis, dan menghitung (Calistung) dari proses penerimaan peserta didik baru di SD/Mi.

Ini bertujuan untuk mengurangi tekanan yang sering dirasakan oleh anak-anak yang baru memasuki tingkat pendidikan formal.

Selain itu, sebuah masa perkenalan selama dua minggu pertama telah diterapkan untuk peserta didik baru.

Tujuannya adalah memberikan waktu kepada anak-anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru dan membangun hubungan positif dengan teman-teman sekelasnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memfokuskan pada pengembangan enam kemampuan fondasi anak secara berkelanjutan, mulai dari tingkat PAUD hingga kelas dua SD/Mi.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak memiliki dasar yang kuat untuk pembelajaran di tingkat yang lebih tinggi.

Dalam rangka memperkuat upaya ini, Pemerintah Kota Surabaya bersama Bunda PAUD menggelar Sharing Praktik Baik Pembelajaran dalam Transisi PAUD ke SD/MI yang Menyenangkan.

Kegiatan ini berlangsung di Grammar School Surabaya pada tanggal 4 September 2023, dan melibatkan tenaga pengajar dari berbagai kecamatan di Surabaya bagian barat, seperti Asemrowo, Benowo, Lakarsantri, Pakal, Sukomanunggal, Sambikerep, dan Tandes.

“PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kognitif, kematangan emosi, cara berinteraksi, dan motorik pada anak-anak. Melalui PAUD, literasi dan numerik diperkenalkan, dan fondasi ini diperkuat di tingkat SD. Dalam proses ini, penting untuk mengembangkan karakter anak-anak sejak dini,” ujar Rini Indriyani, Bunda PAUD Kota Surabaya.

Selain pengembangan karakter, Pemerintah Kota Surabaya dan Bunda PAUD juga memberikan dukungan untuk mengeksplorasi bakat dan talenta seni para siswa.

Ini bertujuan untuk melatih kemandirian, keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak, serta menyelaraskan perkembangan motorik dan kognitif mereka.

Rini Indriyani menekankan pentingnya sinergi antara tenaga pengajar di tingkat PAUD dan SD/Mi.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu diterapkan untuk memperkenalkan siswa dengan lingkungan sekolah mereka yang baru.

Peran orang tua juga dianggap sangat penting dalam proses ini karena mereka turut terlibat dalam kegiatan ini.

Pada kesempatan tersebut, anak-anak berbagi pengalaman mereka selama mengikuti MPLS.

Mereka menyatakan bahwa pengenalan lingkungan sekolah yang baru dilakukan dengan cara yang menyenangkan, termasuk kunjungan ke berbagai fasilitas sekolah dan aktivitas yang mendukung interaksi sosial.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!