Pembarisan Bolone Mase Indonesia , Korwil Soroti Krisis Visi Generasi Muda

Pembarisan BMI Tulungagung Perkuat Jaringan, Soliditas Organisasi, dan Peran Gen Z

Siaranesua.com- TULUNGAGUNG – Pembarisan jaringan Bolone Mase Indonesia (BMI) Korda Tulungagung menjadi ajang penguatan organisasi sekaligus refleksi kebangsaan. Kegiatan yang digelar di Intan Jaya Cafe and Resto, Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Selasa (2/6/2026) malam itu dihadiri Korwil Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, Majid Widigdo.

Selain membahas pengenalan teknologi informasi (IT) dan strategi komunikasi organisasi, kegiatan tersebut juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Dalam arahannya, Majid Widigdo menilai sebagian generasi muda saat ini mulai menghadapi krisis visi kebangsaan. Menurutnya, tidak sedikit anak muda yang lebih fokus pada kepentingan pribadi dan tren sesaat, namun kurang memahami peran strategis mereka sebagai penerus estafet pembangunan bangsa.

“Bangsa ini tidak kekurangan generasi muda yang pintar, tetapi mulai kekurangan generasi muda yang memiliki visi besar untuk bangsanya. Jika anak muda hanya berpikir tentang dirinya sendiri, Indonesia akan kehilangan banyak calon pemimpin yang mampu membawa perubahan,” tegasnya.

Majid menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik dan melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran sejarah, semangat nasionalisme, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Menurutnya, visi kebangsaan harus menjadi kompas yang mengarahkan setiap langkah generasi muda agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton kemajuan bangsa. Mereka harus tampil sebagai pelaku sejarah yang menentukan arah masa depan Indonesia,” ujarnya.

Korda BMI Tulungagung, Arief Gringsing, menyampaikan bahwa penguatan jaringan yang didukung semangat kekerabatan akan melahirkan barisan relawan yang tangguh, solid, dan memiliki daya juang tinggi dalam mengawal cita-cita organisasi.

Menurutnya, relawan Bolone Mase Indonesia harus mampu menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah yang berpihak kepada rakyat serta berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara.

“Jaringan yang kuat harus dibangun dengan semangat persaudaraan. Jika kekerabatan terjalin dengan baik, maka akan lahir relawan-relawan yang kuat, solid, dan siap mendukung program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat serta kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Korda BMI Tulungagung, Nasiruin Aziz, memberikan apresiasi kepada seluruh relawan Bolone Mase Indonesia Tulungagung yang selama ini tetap solid dan terus berproses melakukan penyegaran organisasi dengan melibatkan generasi muda, khususnya Gen Z.

Menurutnya, kehadiran anak-anak muda dalam organisasi menjadi energi baru yang penting untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat gerakan organisasi ke depan.

“Meskipun terus berproses dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, relawan Bolone Mase Indonesia Tulungagung tetap menunjukkan kekompakan, loyalitas, dan semangat pengabdian yang luar biasa,” ungkap Nasiruin.

Majid Widigdo Korwil Jawa Timur Bolone Mase Indonesia menyerahkan pada Mujawaddin Relawan berintegritas.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada relawan yang dinilai memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi dalam membangun jaringan organisasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Korwil Bolone Mase Indonesia Jawa Timur, Majid Widigdo, kepada relawan Mujawaddin yang berhasil membangun jaringan media sosial dengan capaian lebih dari 100 ribu pengikut.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, konsistensi, dan semangat relawan dalam memperkuat eksistensi serta penyebarluasan informasi positif Bolone Mase Indonesia kepada masyarakat luas.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles