UPT Puskesmas Wonodadi Luncurkan Tiga Inovasi Layanan Kesehatan Masyarakat

Siaranesia.com, Blitar – UPT Puskesmas Wonodadi, Kabupaten Blitar, resmi meluncurkan tiga inovasi pelayanan kesehatan unggulan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tiga program tersebut adalah AKTIF KLUNTING, PESAN BERDOA, dan MANTANKU DIHATI. Jum’at ( 17/06/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pengobatan (kuratif).
Kepala UPT Puskesmas Wonodadi menyatakan bahwa inovasi-inovasi ini lahir dari respons terhadap kebutuhan riil masyarakat di wilayah kerja mereka. “Pelayanan kesehatan primer harus terus berkembang melalui pendekatan yang kreatif dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Inovasi pertama, AKTIF KLUNTING (Aktifkan Kelas Balita, Hapus Stunting), difokuskan pada penanganan masalah gizi anak. Program ini menjadi respons langsung pihak puskesmas setelah mencatat adanya 69 balita stunting (sekitar 1,9 persen) di wilayah Wonodadi pada tahun 2024.

Melalui program ini, orang tua yang memiliki balita usia 0-5 tahun dilibatkan dalam:
Forum diskusi dan edukasi gizi,
Pelayanan kesehatan terpadu,
Stimulasi tumbuh kembang anak.
Gerakan ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini balita yang berisiko stunting serta menurunkan angka kasus secara berkelanjutan.
Selain stunting, Puskesmas Wonodadi juga meluncurkan dua inovasi berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan terapi akupresur, yaitu:
PESAN BERDOA (Peningkatan Stamina Penderita Tuberculosis dengan TOGA dan Akupresure)
Program ini ditujukan untuk mengendalikan keluhan efek samping obat pada pasien Tuberkulosis (TB), seperti mual, lemas, dan penurunan nafsu makan. Hasil evaluasi menunjukkan, terapi pendamping ini efektif mencegah risiko putus obat (drop out) karena pasien merasa staminanya tetap terjaga selama masa pengobatan enam bulan.
MANTANKU DIHATI (Pemanfaatan TOGA dan Akupresure untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi)
Inovasi ini ditujukan bagi penderita hipertensi. Warga diedukasi untuk memanfaatkan tanaman herbal sekitar seperti seledri dan daun kumis kucing, dikombinasikan dengan akupresur. Tujuannya adalah membantu mengendalikan tekanan darah dan membangun kemandirian warga dalam menjaga kesehatan keluarga.
Melalui integrasi ketiga program inovatif ini, UPT Puskesmas Wonodadi optimistis dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting, menyukseskan kesembuhan pasien TB, serta mengendalikan kasus hipertensi di wilayahnya.
Jurnalis: Alvin


