banner pilkada 2024
banner hut ri

Upacara Jamasan Pusaka Kanjeng Kiai Upas, Pelestarian Warisan Budaya Tulungagung

upacara jamasan

Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar upacara jamasan atau pencucian pusaka Kanjeng Kiai Upas yang merupakan peninggalan dari bupati terdahulu.

Upacara ini berlangsung di Pendapa Kanjengan Kepatihan dan diawali dengan kirab air suci yang diambil dari beberapa mata air di wilayah Tulungagung.

Air suci ini kemudian diserahkan kepada Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, dan sebagian digunakan untuk prosesi jamasan.

Bupati Maryoto menjelaskan bahwa prosesi jamasan ini merupakan acara rutin yang digelar setahun sekali pada bulan Sura dalam penanggalan Jawa, bertepatan dengan hari Jumat.

Tradisi ini memiliki makna dan nilai-nilai luhur yang kental bagi masyarakat Tulungagung. Pusaka yang sebelumnya disimpan di dalam kanjengan, kini dibawa keluar oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk dibawa ke tempat jamasan.

Tokoh adat setempat memimpin prosesi pencucian pusaka, dimana tombak tersebut dibuka dan dicuci dengan menggunakan sikat dan jeruk nipis.

Pembersihan ini dilakukan dengan tujuan agar pusaka tetap terjaga dan terhindar dari karat yang bisa merusaknya.

Setelah dibersihkan, pusaka ini kemudian disimpan kembali di dalam pendapa Kanjengan Kepatihan.

Pusaka Kanjeng Kiai Upas memiliki sejarah yang sangat berharga bagi Kabupaten Tulungagung, karena merupakan warisan dari Bupati Ngrawa atau masa lalu Kabupaten Tulungagung.

Dahulu pusaka ini dirawat oleh ahli warisnya, namun kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk dilestarikan.

Bupati Maryoto menambahkan bahwa tombak Kiai Upas konon digunakan oleh pemimpin daerah pada masa lalu untuk melawan penjajah dan melindungi wilayah Tulungagung.

Upacara jamasan ini memiliki makna spiritual dan sejarah yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, prosesi jamasan yang biasanya digelar di Kantor Arsip Tulungagung, kini kembali dilaksanakan di Pendapa Kanjengan.

Hal ini karena Pemerintah Tulungagung telah membeli Pendapa Kanjengan sehingga prosesi upacara jamasan juga kembali ke tempat asalnya.

Bupati berharap bahwa upacara adat jamasan ini akan menjadi destinasi wisata budaya dan religi yang menarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung.

Kaya akan nilai-nilai luhur, tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tulungagung.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!