banner pilkada 2024
banner hut ri

Kakek di Situbondo Dianiaya hingga Tewas Saat Damaikan Sengketa Tanah

Situbondo – Seorang kakek di Situbondo menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tragedi memilukan ini terjadi usai ia diserang oleh tetangga-tetangganya sendiri yang tak terkendali.

Korban bernama Madun, merupakan warga dari Desa Kayuputih, Panji, Situbondo. Sementara itu, pelaku yang tak lain adalah kakak beradik, memiliki inisial BSR (25) dan STR (45), juga merupakan warga setempat yang seharusnya memberi rasa aman.

Duka mendalam menyelimuti kisah ini, dimana Kakek Madun meninggal dunia setelah darah tak terbendung mengalir dari kepala yang terluka. Cidera kepala ini terjadi karena serangan kejam yang dilancarkan oleh para pelaku menggunakan sebuah pipa besi di dalam rumah korban.

“Iya, benar. Korban menghembuskan napas terakhirnya setelah mendapat perlakuan kejam di tempat tinggalnya. Pelaku yang adalah tetangganya, saat ini tengah dalam pengejaran,” ungkap Kapolsek Panji AKP Nanang dengan tegas, saat wartawan mendekatinya pada hari Senin (21/8/2023).

Nanang menambahkan bahwa awalnya korban dibawa ke Puskesmas setempat, meskipun luka-lukanya tergolong parah, namun usaha untuk menyelamatkan nyawa korban berlanjut dengan merujuknya ke rumah sakit.

Namun, takdir berkata lain, nyawa Madun tak mampu bertahan. Saat ini, tubuhnya sudah diantarkan pulang ke peristirahatan terakhirnya.

“Kepergian korban tercatat pada sekitar pukul 11.30 siang tadi saat masih berada di RSUD dan jenazahnya kini telah diletakkan untuk beristirahat abadi,” tambah Nanang, dengan suara penuh pengharapan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kronologi tragedi penganiayaan kakek di Situbondo ini berawal dari sengketa batas tanah antara pelaku dengan Zaitun, yang merupakan keponakan dari sang korban.

Madun, dengan kesabaran yang dimilikinya, berusaha menjernihkan dan menenangkan pertikaian tersebut.

Meski tanah yang menjadi perdebatan bukanlah kepunyaan Madun, melainkan milik keponakannya bernama Zaitun, korban tetap mencoba meredakan tensi perselisihan tersebut.

Namun, entah bagaimana, tindakan tersebut belum cukup untuk meredam amarah para pelaku.

Tanpa ampun, kedua pelaku tiba di tempat tinggal korban dan melancarkan aksi kekerasan dengan senjata pipa besi.

Korban yang menderita luka di bagian kepala akhirnya pun pergi untuk selama-lamanya.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!