banner pilkada 2024
banner hut ri

Guru Cukur Rambut Siswi SMP di Lamongan Gara-Gara Tidak Pakai Ciput

Lamongan – Rambut belasan siswi dari kelas IX SMPN 1 Sukodadi di Lamongan  di-petal atau dipangkas pitak oleh seorang guru yang diidentifikasi dengan inisial EN.

Kejadian kontroversial ini terjadi karena para siswi tersebut tampil dengan mengenakan hijab tanpa memakai ciput, sehingga rambut mereka terlihat menyembul keluar.

EN, sang guru yang terlibat dalam peristiwa ini, diduga dengan sembrono memotong rambut para siswi.

Ia disebut-sebut menggunakan gunting elektrik untuk mencukur rambut para siswi kelas IX ini.

Salah satu siswi yang menjadi korban dari aksi cukur pitak ini adalah SA.

Total ada sebelas siswi, termasuk SA, yang mengalami insiden tidak mengenakkan ini.

Menurut keterangan SA, kejadian itu terjadi pada hari Rabu, tanggal 30 Agustus 2023.

Ia dan teman-temannya diminta oleh EN untuk membuka bagian jilbab mereka.

Tanpa ragu, EN kemudian memotong rambut para siswi tersebut tanpa memedulikan bentuk atau tata letaknya.

“Dipotong sebagian rambut bagian depan,” ungkap SA, merinci bagaimana aksi keputusan potong rambut itu dilakukan.

Namun demikian, SA juga menambahkan bahwa masalah ini telah diselesaikan dengan baik.

Pihak sekolah telah menghubungi orang tua siswi-siswi yang terlibat dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini.

“Sudah saling memaafkan dan sudah tidak ada masalah. Kemarin itu sudah dipertemukan antara ibu saya dengan sekolah,” jelas SA, menunjukkan bahwa masalah ini telah diselesaikan secara adil dan damai.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sukodadi, bernama Harto, tidak menampik kejadian tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut benar terjadi pada tanggal 23 Agustus 2023 yang lalu.

Harto mengungkapkan bahwa sebelum kejadian ini, EN sebenarnya telah memberikan peringatan kepada para siswi agar menggunakan ciput.

Namun, karena siswi-siswi tersebut tidak mengindahkan peringatan tersebut, EN akhirnya mengambil tindakan drastis dengan mencukur rambut mereka.

“Entah terlalu sayang (kepada siswi) atau seperti apa, Bu EN melakukan itu memakai alat cukur elektrik,” papar Harto, memberikan gambaran tentang latar belakang tindakan kontroversial yang dilakukan oleh guru EN.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!