Tanggapan MUI Jatim soal Larangan Penggunaan Karmin

- Penulis

Kamis, 28 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – PW Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jawa Timur telah mengeluarkan keputusan resmi terkait larangan penggunaan karmin sebagai bahan makanan atau minuman.

Karmin, yang merupakan pewarna merah yang diambil dari bangkai serangga, sering digunakan sebagai bahan dalam produk yoghurt berwarna merah.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin, menegaskan bahwa MUI telah membuat fatwa terkait penggunaan karmin sebagai salah satu bahan dalam pembuatan makanan dan minuman sejak tahun 2011. MUI tetap memperbolehkan penggunaan karmin hingga hari ini.

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keputusan ini telah diambil MUI lebih dari satu dekade yang lalu, tepatnya pada tahun 2011. MUI telah mengizinkan penggunaan karmin sebagai bahan dalam makanan dan minuman,” kata Ma’ruf Khozin saat dihubungi oleh wartawan pada Rabu (27/9/2023).

Baca Juga :  Tingkah Lucu Pak Bas Cek Baju Erick Thohir Saat Upacara HUT RI

Ma’ruf Khozin menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah MUI berkonsultasi dengan berbagai ahli, termasuk dokter hewan dan Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (LBPOM).

Hasil pertimbangan dari para ahli tersebut menyatakan bahwa karmin tidak berbahaya dan tidak memiliki efek negatif terhadap kesehatan manusia.

“Pertimbangannya kami ambil setelah berdiskusi dengan dokter hewan dan LBPOM. Hasilnya menunjukkan bahwa serangga tersebut tidak berbahaya dan tidak memiliki efek negatif. Oleh karena itu, kami mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan penggunaan karmin, kecuali jika ada pernyataan dari ahli dokter hewan yang menyatakan sebaliknya,” ujarnya.

Ma’ruf Khozin juga mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan PW LBM NU Jatim terkait larangan penggunaan karmin dalam makanan dan minuman. Menurutnya, LBM NU Jatim merujuk pada pandangan Mazhab Syafi’i sebagai dasar larangan tersebut.

Baca Juga :  Tragedi Kecelakaan Pesawat Jet Tabrak Motor di Selangor Malaysia, 10 Orang Tewas

“Saya telah berbicara dengan PW LBM NU dan menanyakan latar belakang keputusan ini. Mereka mengacu pada pandangan Mazhab Syafi’i. Sebagaimana yang kita ketahui, Mazhab Syafi’i di Indonesia adalah pandangan yang dianut oleh NU dalam masalah fikih,” jelasnya.

“Dalam pandangan Mazhab Syafi’i, serangga termasuk dalam kategori binatang yang dianggap menjijikkan. Oleh karena itu, tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi dalam makanan atau digunakan dalam produk di luar makanan, seperti kosmetik,” tambahnya.

Namun, Ma’ruf Khozin tetap menekankan bahwa MUI tetap memperbolehkan penggunaan karmin, dan hasil dari bahtsul masail NU Jatim juga masih mencantumkan pandangan ulama Malikiyah yang memperbolehkan penggunaan karmin.

“Meskipun dalam keputusan bahtsul masail terdapat pandangan yang melarang, tetapi juga masih ada pandangan ulama Malikiyah yang memperbolehkan penggunaan karmin. Jadi, sebenarnya terdapat ruang untuk memperbolehkannya. Namun, yang menjadi viral adalah pernyataan Ketua PWNU Jatim yang melarang,” jelasnya.

Baca Juga :  Kadin: Industri Media pun Serius Benahi Sistem Pemagangan

“Intinya, kami mencoba mengakomodasi berbagai pandangan dan tidak perlu memperdebatkan lebih lanjut,” pungkas Ma’ruf Khozin.

Berita Terkait

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi
Sumatraco Langgeng Makmur Dukung Bazaar Maulid Nabi 2023
Wali Kota Mojokerto Memimpin Pelantikan Pengurus GP Ansor dan Pengukuhan Satkorcab Banser
Progres Investasi IKN Terus Berkembang: Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Upacara Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB