banner pilkada 2024

Rektor IPB Soroti Mahasiswa Berlatar Belakang Ketua OSIS, Totalnya sekitar 10 Persen

IPB

Jakarta – Rektor IPB Soroti Potensi Mahasiswa Berlatar Belakang Ketua OSIS dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru.

Pada tahun 2019, IPB University membentuk skema seleksi penerimaan mahasiswa baru yang menarik perhatian.

Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang sebagai ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) untuk memperoleh tempat di perguruan tinggi bergengsi ini.

Menurut Prof Arif Satria, Rektor IPB University, hampir 10 persen mahasiswanya memiliki pengalaman sebagai ketua OSIS saat bersekolah di tingkat SMA.

Dalam acara webinar Inspiratif IPB OSIS Fest 2023 yang digelar pada tanggal 23 Juli 2023, Prof Arif mengungkapkan bahwa seleksi jalur masuk ketua OSIS ini diperuntukkan bagi mereka yang pernah menjabat sebagai ketua OSIS dan memiliki kompetensi kepemimpinan yang teruji selama bersekolah di SMA.

Selain itu, calon mahasiswa juga diharuskan memenuhi syarat akademik yang ditentukan oleh kampus.

Menurut rilis berita yang diterbitkan di laman kampus, untuk dapat mendaftar melalui jalur ini, pelamar harus memiliki pengalaman sebagai ketua OSIS selama minimal satu tahun.

Sebagai bukti, mereka diwajibkan untuk menyertakan surat keputusan kepala sekolah yang mencatat pengangkatan mereka sebagai ketua OSIS.

Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur ketua OSIS IPB 2023 juga memiliki persyaratan khusus terkait jurusan dan prestasi akademik.

Peserta seleksi ini harus berasal dari jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan memiliki nilai rata-rata yang baik, khususnya dalam mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi, dengan nilai minimal 80 selama 5 semester.

Namun, perjuangan mereka belum berakhir setelah diterima sebagai mahasiswa IPB melalui jalur ketua OSIS. Para mahasiswa ini juga diharuskan mengikuti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, dan keterampilan lain yang relevan.

Hal ini sejalan dengan visi IPB University untuk mencetak pemimpin masa depan yang tangguh, terampil, dan mampu beradaptasi dalam era disrupsi dan transformasi digital.

Dalam webinar tersebut, Prof Arif menekankan pentingnya keterampilan pemimpin di era digital. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan adaptif untuk menghadapi perubahan yang cepat dan mampu menguasai skil-skil yang relevan dengan tuntutan zaman.

Beberapa kompetensi penting yang disoroti meliputi keterampilan kognitif, termasuk kemampuan berkomunikasi yang efektif, serta keterampilan bisnis yang mencakup operasi dan manajemen yang efisien.

Tidak hanya itu, menurut Prof Arif, seorang pemimpin juga harus memiliki keterampilan interpersonal, seperti kemampuan dalam negosiasi, serta kemampuan strategis untuk memiliki visi jangka panjang dan mengambil langkah-langkah strategis yang tepat.

Dengan skema seleksi yang inovatif ini, IPB berupaya menggali potensi para pemimpin muda yang memiliki latar belakang sebagai ketua OSIS dan membantu mereka mengembangkan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!