Perangkat Desa di Kabupaten Pasuruan Tuntut Kejelasan Status dan Kenaikan Gaji

- Penulis

Kamis, 24 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan – Perangkat desa di Kabupaten Pasuruan saat ini mengangkat suara untuk mencari kejelasan terkait status mereka sebagai pegawai pemerintah. Selain itu, mereka mengungkapkan harapan agar kesejahteraan mereka dapat ditingkatkan.

Dalam pandangan Ketua Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pasuruan, Sonhaji, status perangkat desa saat ini masih tidak terdefinisi dengan jelas, apakah mereka merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau tidak.

Namun, Sonhaji menegaskan bahwa perangkat desa memainkan peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ini ya hanya sebatas perangkat desa. Tidak jelas statusnya, ASN atau apa. Kita ini memang paling bawah soal administrasi negara, tapi garda terdepan sebagai ujung tombak dalam melayani masyarakat,” ujar Sonhaji pada Rabu (23/8/2023).

Baca Juga :  Pratama Arhan Resmi Menikah dengan Selebgram dan TikTok Azizah Salsha

Menurut Sonhaji, selama ini kesejahteraan perangkat desa di Kabupaten Pasuruan dianggap masih kurang mendapat perhatian yang memadai, meskipun mereka berperan sebagai garda depan dalam melayani masyarakat.

Sonhaji menyampaikan harapan kepada pemerintah, terutama pemerintah pusat, untuk mengakui status mereka dan memberikan peningkatan dalam hal tersebut.

Ia juga menyoroti bahwa saat ini, gaji perangkat desa di Kabupaten Pasuruan hanya sekitar Rp 2.772.000, terdiri dari gaji pokok dan tunjangan yang dibayarkan tiga hingga enam bulan sekali.

Menurut Sonhaji, angka ini jauh di bawah pendapatan ASN dan bahkan karyawan swasta yang dibayar di atas UMK (Upah Minimum Kabupaten) sebesar Rp 4.500.000.

“Kita jauh di bawah UMK. Padahal potongan BPJS kita mengacu ke UMK, tapi gaji kita belum setara UMK,” tambahnya.

Baca Juga :  Rekening Nasabah di Malang Kebobolan Rp 549 Juta Usai Buka Link PDF

Sonhaji juga membandingkan pendapatan perangkat desa di Kabupaten Pasuruan dengan Kabupaten Sidoarjo yang lebih tinggi, mencapai Rp 4.500.000.

PPDI Kabupaten Pasuruan telah berusaha untuk meningkatkan tunjangan perangkat desa dengan mengusulkan kenaikan setiap tahun. Namun, Sonhaji mengungkapkan bahwa tahun 2023 tidak ada kenaikan tunjangan, meskipun usulan telah diajukan.

Ia berharap agar DPRD terus memperjuangkan nasib perangkat desa, sambil berharap pemerintah daerah juga dapat meningkatkan tunjangan mengingat APBD yang besar.

“Tapi kan kadang-kadang DPRD ngotot, Bupati nggak punya kemauan. Sulit. 2021 Komisi 1 ngotot, tapi bupatinya nggak mau. Ya sudah,” ujarnya.

Sonhaji juga berharap perangkat desa diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui pelatihan seperti bimbingan teknis.

Baca Juga :  Sebanyak 702 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

“Selama ini belum ada perhatian soal ini,” katanya.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, secara terpisah menyatakan bahwa mereka terus berupaya memperjuangkan kenaikan tunjangan perangkat desa dan menekankan pentingnya perangkat desa untuk memahami kalender anggaran dan bergerak bersama dalam upaya mereka.

“Intinya, peluang besar ada, tinggal kemauan dan bersungguh-sungguhnya pemerintah daerah memperhatikan perangkat,” tegasnya.

Sugiarto juga mengingatkan agar perangkat desa lebih terorganisir dan memahami proses perencanaan anggaran, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam berjuang untuk hak-hak mereka.

Untuk informasi, PPDI Kabupaten Pasuruan memiliki anggota sebanyak 3.640 orang.

Berita Terkait

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita
Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging
Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM
Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo
Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB