Pemkot Surabaya Resmi Terapkan Sanksi Tegas Bagi Pelaku Peredaran Daging Gelonggongan

- Penulis

Selasa, 29 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah tegas untuk memberikan sanksi serius kepada para pedagang yang terlibat dalam praktik membeli dan menjual kembali daging gelonggongan.

Dalam upaya menegakkan hukum, pelaku dapat dijatuhi hukuman pidana penjara dengan masa tahanan selama 2 tahun.

Terutama jika terbukti bahwa daging yang dijual berasal dari sumber yang tidak sah di luar Rumah Potong Hewan (RPH).

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, dengan tegas menyuarakan komitmen Pemkot Surabaya dalam menghadapi permasalahan ini.

Ia menegaskan bahwa tindakan menggelonggongkan daging sapi bukan hanya melanggar kesejahteraan hewan, tetapi juga melanggar Undang-Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Pasal 302 dalam KUHP.

Baca Juga :  Polrestabes Surabaya Akan Terjunkan Ribuan Personal untuk Mengamankan Laga Persebaya vs Persita

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Kantor Eks Humas Pemkot Surabaya pada Selasa (28/8/2023), Antiek mengingatkan bahwa selain aspek kesejahteraan hewan, praktik ini juga melanggar Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Pelaku usaha yang menyebarkan produk hewan tanpa memenuhi persyaratan higienis dan sanitasi, seperti daging gelonggongan, dapat menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun atau denda hingga 4 miliar Rupiah.

“Dengan tegas saya meminta para pedagang dan individu yang terlibat dalam praktik menggelonggongkan daging untuk segera menghentikan aktivitas tersebut di wilayah Kota Surabaya. Tindakan ini sangat merugikan bagi para konsumen,” tandas Antiek.

Tidak hanya itu, Antiek juga menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rumah Potong Hewan (RPH), dan pihak kepolisian untuk mengintensifkan pengawasan terhadap peredaran daging gelonggong.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Mendapat Nomor Urut 2, Gerindra Jatim Tanggapi Positif

Upaya ini tidak hanya berfokus di Surabaya, tetapi juga merambah ke wilayah Jawa Timur guna memantau dengan lebih ketat lagi.

“Dalam upaya pengawasan, kami meningkatkan intensitasnya. Biasanya kami telah melaksanakan pengawasan di beberapa pasar. Bahkan malam ini, kami akan melaksanakan operasi pengawasan,” tambahnya.

Antiek menyampaikan bahwa peredaran daging sapi gelonggong telah memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Konsumsi daging semacam ini berpotensi merugikan kesehatan dan keselamatan konsumen.

Ia menjelaskan bahwa daging sapi yang mengalami penggelonggongan memiliki kadar air yang tinggi, yang berpotensi mempercepat kerusakan dan pembusukan daging serta menghancurkan protein di dalamnya.

Konsumsi daging gelonggongan yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk diare.

Baca Juga :  PKB Jawa Timur Bocorkan Finalisasi Capres-Cawapres Anies-Cak Imin dalam Rapat Sore Ini

Antiek juga memberikan ciri-ciri khas daging sapi gelonggongan, yaitu permukaannya terlihat basah karena banyaknya cairan yang mengalir. Cairan tersebut biasanya berasal dari daging yang berwarna kemerahan.

Apabila daging diletakkan di permukaan, cairan kemerahan akan terkumpul di sekitarnya. Selain itu, berat daging juga akan menyusut.

Ia berpesan kepada warga Surabaya untuk lebih teliti dalam memilih daging yang akan dikonsumsi.

Antiek juga mengajak masyarakat untuk membantu mengawasi dan melaporkan temuan peredaran daging gelonggong melalui kanal resmi yang telah disediakan.

“Kami mengajak warga yang menemukan peredaran daging gelonggong untuk segera melaporkannya kepada kami melalui tautan resmi https://dkpp.surabaya.go.id/kontak. Kami akan segera mengambil tindakan lanjutan,” tutup Antiek dengan tegas.

Berita Terkait

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi
Sumatraco Langgeng Makmur Dukung Bazaar Maulid Nabi 2023
Wali Kota Mojokerto Memimpin Pelantikan Pengurus GP Ansor dan Pengukuhan Satkorcab Banser
Progres Investasi IKN Terus Berkembang: Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Upacara Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB