
SIARANESIA.com – BLITAR — Upaya Pemerintah Kabupaten Blitar menjaga stabilitas harga bahan pokok kembali menyasar masyarakat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Operasi Pasar (OP) di Halaman Kantor Kecamatan Kanigoro, Jumat (11/9/2026).
Sejak dibuka sekitar pukul 08.30 WIB, operasi pasar langsung mendapat sambutan warga. Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Dalam kegiatan tersebut, Disperindag menyalurkan 3 ton beras SPHP Bulog dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. Selain itu tersedia Minyakita sebanyak 20 karton dengan harga Rp15.700 per liter serta gula pasir sebanyak 50 kilogram.
Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Blitar, Anang, mengatakan operasi pasar menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga sekaligus mengendalikan inflasi.
«“Ini untuk menjaga stabilitas harga, karena kita termasuk salah satu tim TPID. Terkait dengan kenaikan harga, tugas kita adalah untuk menstabilkan harga-harga itu,” ujar Anang di lokasi.»
Menurutnya, masyarakat di Kecamatan Kanigoro dan wilayah sekitar diharapkan memanfaatkan operasi pasar tersebut secara bijak. Kehadiran pemerintah di lapangan diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Harapan kami warga silakan, ada kesempatan Operasi Pasar ini dimanfaatkan semuanya. Harapannya komoditas yang kami bawa ini bisa membuat harga-harga di pasaran kembali terkendali,” tambahnya.
Anang juga mengimbau masyarakat membawa tas belanja sendiri saat datang ke lokasi. Imbauan tersebut sekaligus mendukung upaya pengurangan penggunaan kantong plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.
Operasi pasar ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Blitar bersama TPID dalam merespons perkembangan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Melalui intervensi langsung di lapangan, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, kebutuhan pangan tetap tersedia, dan gejolak harga bahan pokok dapat ditekan.
Jurnalis: Alvin


