DWP Disdik Kabupaten Malang Didorong Jadi Penggerak Pendidikan, Peduli Anak Tidak Sekolah

Sekda Kabupaten Malang bersama  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sekaligus Pembina DWP, H. Bagus Sulistyawan, AP., M.Si  Pembina DWP, H. Bagus Sulistyawan, AP., M.Si, Ketua Panitia, Ny. Musyarofah Bagong Subriyanto dan 33 tim perwakilan DWP tingkat SMP dan kecamatan.

MALANG, Siaranesia.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang didorong tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi, tetapi mampu mengambil peran nyata dalam memperkuat keluarga, memberdayakan anggota, sekaligus ikut menjawab persoalan pendidikan di tengah masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Pembinaan DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang dirangkai dengan Bazar UMKM dan Lomba Kreativitas Menghias Hantaran, Rabu (2/9/2026), di Pendopo Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kekompakan, kreativitas, pelestarian budaya, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi anggota DWP.

Ketua Panitia, Ny. Musyarofah Bagong Subriyanto, mengatakan lomba menghias hantaran dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan jiwa seni anggota DWP.

“Lomba ini juga menjadi ruang pelestarian budaya. Sementara pameran UMKM diarahkan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mempererat silaturahmi antaranggota,” ujarnya.

Lomba kreativitas menghias hantaran diikuti 33 tim perwakilan DWP tingkat SMP dan kecamatan. Peserta berkreasi menghias berbagai hantaran, mulai kue, barang hingga pakaian, dengan waktu pengerjaan selama 90 menit.

Sementara itu, bazar UMKM menghadirkan empat stan perwakilan Wilker 1 hingga Wilker 4. Beragam produk ditampilkan, mulai makanan olahan, kerajinan tangan, batik hingga produk kreatif lainnya.

Bazar tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar produk anggota DWP tidak hanya dikenal di lingkungan internal, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagus Sulistyawan: DWP Harus Peduli Anak Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sekaligus Pembina DWP, H. Bagus Sulistyawan, AP., M.Si., menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.

Menurutnya, keberadaan DWP memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam membangun keluarga ASN yang harmonis, tangguh, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan pendidikan.

“Kami menganggap Dharma Wanita bukan hanya sekadar organisasi pendamping, tetapi dapat menjadi mitra dalam membangun keluarga ASN yang harmonis, tangguh, sekaligus mendukung pembangunan pendidikan,” ujarnya.

Bagus secara khusus mengajak 33 DWP kecamatan agar ikut memiliki kepedulian terhadap persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Ia menjelaskan, munculnya ATS tidak disebabkan satu faktor. Kondisi ekonomi, anak terpaksa bekerja, rendahnya motivasi, pola asuh maupun persoalan keluarga dapat menjadi pemicunya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si   Meninjau stand

Karena itu, ia meminta seluruh unsur DWP ikut peka ketika menemukan anak yang tidak lagi bersekolah.

“Kita ingin memastikan anak-anak kita bisa sekolah kembali sehingga bisa menyongsong masa depan yang lebih cerah. Jika menemukan anak tidak sekolah, segera sampaikan ke pengawas, penilik, atau sekolah untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menurut Bagus, pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga dapat menjadi alternatif bagi anak yang memiliki kondisi tertentu sehingga tidak memungkinkan mengikuti pendidikan formal seperti biasa.

Sekda Dorong Produk DWP Naik Kelas Lewat Digital

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., memberikan motivasi agar DWP terus menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

“Harapan saya, program yang ada di DWP bisa terus menyejahterakan anggota dan keluarganya,” ujar Budiar.

Ia juga menyoroti potensi ekonomi yang muncul dari kegiatan bazar UMKM. Menurutnya, produk anggota DWP seharusnya tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dikembangkan agar mampu masuk ke pasar digital.

“Untuk DWP, kegiatan seperti pameran ini jangan hanya dipamerkan saja, tetapi dikembangkan dan dijual secara online,” pesannya.

Selain mendorong pengembangan UMKM, Budiar juga menggagas sinergi antara Dinas Pendidikan dengan sejumlah destinasi wisata lokal, seperti Mendit, Boon Pring, dan Milkindo, yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.

Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas pengalaman belajar siswa dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran.

Pagelaran dan Wilayah Kerja 1 Raih Juara

Dalam kegiatan tersebut juga diumumkan para pemenang lomba.

Untuk Lomba Stan Bazar Terbaik, juara pertama diraih DWP Wilker 1 dengan nilai 268. Juara kedua DWP Wilker 4 dengan nilai 265, juara ketiga DWP Wilker 2 dengan nilai 260, sedangkan juara harapan pertama diraih DWP Wilker 3 dengan nilai 253.

Sementara Lomba Menghias Hantaran, juara pertama diraih Kecamatan Pagelaran nomor peserta 26 dengan nilai 93. Juara kedua Kecamatan Ngantang nomor 29 dengan nilai 90, dan juara ketiga Kecamatan Pakisaji nomor 19 dengan nilai 89.

Juara harapan pertama diraih Kecamatan Kepanjen nomor 10 dengan nilai 87, harapan kedua Kecamatan Tirtoyudo nomor 01 dengan nilai 85, serta harapan ketiga Kecamatan Gedangan nomor 06 dengan nilai 84.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Sekda Kabupaten Malang, Kepala Dinas Pendidikan, dan Ketua DWP Dinas Pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Kegiatan ditutup dengan yel-yel “Solid, Kompak, Bermanfaat!” dan “Keluarga Tangguh, Pendidikan Maju, Luar Biasa!”

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa DWP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memiliki ruang strategis untuk berkembang sebagai organisasi yang tidak hanya memperkuat keluarga, tetapi juga memberdayakan anggota, menggerakkan kepedulian sosial, dan ikut memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Jurnalis: Susilo

Siaranesia.com — Malang

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles