Misteri Pembunuhan Mahasiswa Mutilasi di Jogja

- Penulis

Senin, 17 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Pembuangan Tubuh Mutilasi

Lokasi Pembuangan Tubuh Mutilasi

Surabaya – Masih terdapat sejumlah misteri yang mengelilingi kasus pembunuhan dan mutilasi di Jogja.

Polisi mengungkap bahwa korban adalah seorang mahasiswa, namun identitasnya belum terungkap. Dua tersangka pembunuhan mahasiswa telah ditangkap, namun motif di balik tindakan mereka masih belum terungkap.

Berikut adalah beberapa hal misterius yang terkait dengan kasus dugaan pembunuhan mahasiswa yang jasadnya ditemukan dalam keadaan mutilasi di berbagai lokasi di Jogja:

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

Identitas Korban

Menurut Polda DIY, korban mutilasi berinisial R merupakan seorang mahasiswa dari salah satu kampus swasta di Jogja. Identitas lengkap korban belum diungkapkan secara rinci. Meskipun demikian, polisi tidak membantah bahwa R adalah seorang warga Pangkalpinang, Bangka Belitung.

“Iya (warga Pangkalpinang). Nanti (keluarganya) akan kita informasikan,” kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi saat rilis kasus di Mapolda DIY seperti dilansir dari detikJateng, Senin (16/7/2023).

Baca Juga :  Meriahnya Gema Takbir Yogyakarta Setelah 3 Tahun Absen Akibat Pandemi

Informasi yang diungkap oleh polisi ini sejalan dengan hilangnya seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sejak Selasa (11/7) pekan lalu. Mahasiswa tersebut bernama Redho Tri Agustian (20), yang berasal dari Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

“Untuk memastikan hal ini, kami masih menunggu informasi resmi dari kepolisian,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY, Faris Al-Fadhat, pada Minggu (16/7).

Motif Pembunuhan yang Sadis

Ada dua tersangka dalam kasus ini, yakni seorang pria berinisial W yang berasal dari Magelang, serta seorang tersangka berinisial RD yang merupakan warga DKI Jakarta. Endriadi menyebutkan bahwa pelaku dan korban sebenarnya saling mengenal.

Meskipun demikian, polisi membutuhkan waktu untuk mengungkap motif di balik pembunuhan yang sadis tersebut, karena kedua pelaku baru-baru ini ditangkap.

Baca Juga :  Meriahnya Gema Takbir Yogyakarta Setelah 3 Tahun Absen Akibat Pandemi

“(Motifnya) belum ada. Kami mohon kerja sama rekan-rekan untuk membantu kami dalam penyelidikan ini, karena kasusnya cukup rumit dan butuh waktu,” kata Endriadi kepada wartawan pada hari sebelumnya.

Selain pisau, polisi juga menyita kompor dan gas elpiji dari tempat tinggal pelaku.

Modus Operandi Pembunuhan oleh Pelaku

Pelaku mutilasi diduga melakukan eksekusi terhadap korban di dalam kamar kos. Selama proses penggeledahan di kos pelaku di Triharjo, Sleman, ditemukan beberapa barang bukti, termasuk pisau dan cangkul kecil.

Selain itu, polisi juga menyita peralatan masak seperti kompor beserta gas elpiji 3 kilogram, baskom, panci berukuran besar, serbet, ember, tali, kantong kresek, palu kecil, ponsel, dan barang-barang lainnya.

Baca Juga :  Meriahnya Gema Takbir Yogyakarta Setelah 3 Tahun Absen Akibat Pandemi

Endriadi menyatakan bahwa barang-barang tersebut ditemukan selama penggeledahan di kos pelaku berinisial W di Triharjo, Sleman.

Ketika ditanya tentang hubungan kompor dan peralatan masak lainnya dengan kasus pembunuhan dan mutilasi, Endriadi menyatakan bahwa pihaknya masih sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Namun, dia memastikan bahwa barang-barang bukti yang disita oleh polisi terkait dengan kasus mutilasi ini.

Perlu diketahui bahwa kedua pelaku tersebut ditangkap di Jawa Barat. Kasus ini terungkap setelah ditemukannya potongan tubuh di Kapanewon Turi, Sleman, pada Rabu (12/7) malam.

Polisi kemudian menemukan beberapa potongan tubuh manusia di Kalurahan Merdikorejo, Tempel, Sleman, yang diduga terkait dengan temuan sebelumnya.

Temuan ini membawa sedikit pencerahan dalam penyelidikan. Beberapa barang yang diduga milik pelaku juga ditemukan, seperti tali, pisau, dan sandal.

Berita Terkait

Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target
Sumatraco Langgeng Makmur Dukung Bazaar Maulid Nabi 2023
Wali Kota Mojokerto Memimpin Pelantikan Pengurus GP Ansor dan Pengukuhan Satkorcab Banser
Progres Investasi IKN Terus Berkembang: Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Upacara Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita
Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging
Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM
Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB