Kirab Tebokan Jenang, Tradisi Mengenang Sejarah Jenang Kudus

- Penulis

Rabu, 19 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kirab Tebokan Jenang di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (19/7/2023).

Suasana Kirab Tebokan Jenang di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (19/7/2023).

KudusTradisi budaya Kirab Tebokan Jenang menghiasi suasana di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (19/7/2023).

Pantauan dari awak media, titik awal kirab yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ini dari jalan Sosrokartono, mengelilingi permukiman warga hingga mencapai Balai Desa Kaliputu. Ada lima gunungan yang dikirab dengan penuh semangat, berisi jenang dan hasil bumi lainnya.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias dalam menyambut kirab kali ini, berbeda dengan situasi pada tahun sebelumnya yang dipengaruhi oleh pandemi,” ujar Kepala Desa Kaliputu, Widyo Pramono, saat ditemui oleh para wartawan di lokasi, pada Rabu (19/7/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Widyo menyampaikan bahwa sebelumnya tradisi tebokan hanya digelar di masing-masing masjid setiap tanggal 1 Muharram atau 1 Suro. Namun, kemudian para warga, terutama pengusaha jenang yang mayoritas tinggal di desa ini, berinisiatif untuk menggelar kirab tebokan jenang dengan lebih meriah.

Baca Juga :  Penendang Atlet Futsal saat Selebrasi Sujud Mendapat Sanksi Larangan Bermain 2 Tahun

“Dulu tebokan hanya merupakan ungkapan syukur pengusaha jenang di masjid. Namun, akhirnya kami mengangkat acara ini menjadi tradisi pariwisata tingkat nasional yang didukung oleh Dinas Pariwisata dan diadakan secara tahunan,” jelas Widyo.

“Melalui tradisi tebokan ini, kami berharap jenang dari Kaliputu semakin dikenal oleh masyarakat dari luar kota bahkan negara lain, sehingga semakin banyak yang tertarik untuk mencicipi jenang khas kami,” lanjutnya.

Kirab Tebokan Jenang ini diwarnai dengan gunungan jenang yang dikirab sebagai simbol harapan dan doa. Widyo berharap kirab ini dapat membantu memperkenalkan makanan jenang yang berasal dari Desa Kaliputu.

“Terdapat sekitar lima gunungan yang berasal dari para pengusaha jenang. Dalam maknanya, kami berharap para pengusaha semakin sukses dan rukun, tanpa ada persaingan yang merugikan. Kami berjalan bersama untuk membangun Desa Kaliputu melalui tradisi tebokan jenang ini,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Baca Juga :  Densus 88 Sita 16 Senjata Api dari Rumah Karyawan PT KAI Tersangka Teroris

Sejarah jenang di Desa Kaliputu terkait erat dengan cerita dari Mbah Saridin, atau yang dikenal juga sebagai Syeh Djangkung, yang dimakamkan di Pati. Menurut cerita dari Widyo, Mbah Saridin memberikan bantuan kepada cucu Mbah Soponyono, leluhur Desa Kaliputu, dengan memberikan jenang gamping.

Singkatnya, Saridin meramalkan bahwa kelak warga Kaliputu akan hidup dari jenang. Dan memang hingga kini, mayoritas warga Kaliputu menjadi pengusaha jenang.

“Ceritanya bermula ketika cucu dari Mbah Soponyono yang merupakan cikal bakal Desa Kaliputu, kehilangan salah satu merpatinya di sungai dan meninggal. Kemudian, Saridin memberikan bubur jenang gamping, dan dengan anugerah itu, sang merpati hidup kembali,” paparnya.

“Sejak saat itu, di Desa Kaliputu dikabarkan bahwa kehidupannya akan terus terkait dengan jenang gamping (yang dikenal sebagai jenang Kudus),” tambahnya, dengan bangga mengenang sejarah tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Baca Juga :  Persebaya Rekrut Kepala Departemen Analisa Baru

Berita Terkait

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung
Rapat Kerja LPI Al-Azhaar Targetkan Anak Melek Teknologi dengan Nilai-Nilai Islami
Ratusan Pemudik Pilih Angkutan Gratis Saat Gelombang Arus Balik Lebaran
Viral Kru Bus Margo Joyo Adu Jotos dengan Pengemudi Avanza di Bojonegoro
Ditlantas Polda Jatim Antisipasi Kepadatan Lalin Objek Wisata Saat Arus Balik
Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:02 WIB

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung

Jumat, 24 Mei 2024 - 07:56 WIB

Rapat Kerja LPI Al-Azhaar Targetkan Anak Melek Teknologi dengan Nilai-Nilai Islami

Minggu, 14 April 2024 - 21:51 WIB

Viral Kru Bus Margo Joyo Adu Jotos dengan Pengemudi Avanza di Bojonegoro

Minggu, 14 April 2024 - 21:45 WIB

Ditlantas Polda Jatim Antisipasi Kepadatan Lalin Objek Wisata Saat Arus Balik

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:23 WIB

Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:16 WIB

Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Berita Terbaru

Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Jasa Raharja, mengadakan razia ramp check, memeriksa kelengkapan dan kelaikan armada bus pariwisata di kawasan pesisir selatan Tulungagung, Kamis (23/5/2024).

berita

Puluhan Bus Terjaring Razia Ramp Check di Tulungagung

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:02 WIB

advertorial

ICONNET Ajak 1000 Pelanggan Setia dari 25 Kota Nonton Bareng

Senin, 20 Mei 2024 - 18:48 WIB

opini

Kendaraan Si Pengganti Kaki

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:12 WIB