MI Tahfidz Ngelo Pantai Sine Hadirkan Semangat Muharram melalui Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

KH Imam Mawardi Ridlwan bersama Ustadz dan Ustadzah, santri  MI Tahfidz Ngelo,  Pantai Sine Hadirkan Semangat Muharram melalui Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama.

Siaranesia.com,TULUNGAGUNG — Dusun Ngelo di wilayah barat Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, tampak berbeda pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah. Dusun kecil yang berada di kawasan pesisir itu menjadi saksi lahirnya ikhtiar pendidikan sekaligus penguatan nilai kepedulian sosial melalui kegiatan yang digelar MI Tahfidz Ngelo.

Halaman sekolah yang baru berdiri tersebut dipenuhi warga dan puluhan anak yatim. Sebanyak 37 anak yatim hadir dalam kegiatan yang diisi pembacaan istighfar, doa bersama, serta santunan.

Suasana berlangsung khidmat. Anak-anak duduk berdampingan dengan warga, larut dalam doa yang dipanjatkan bersama sebagai bagian dari ikhtiar meraih keberkahan bulan Muharram.

Pengasuh Pesantren Al Azhaar, KH Imam Mawardi Ridlwan, turut hadir mendampingi warga dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, momentum Muharram menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
“MI Tahfidz Ngelo berikhtiar mengajak masyarakat mendapatkan keberkahan bulan Muharram. Membaca istighfar, berpuasa, dan menyantuni anak yatim. Semoga berkah,” ujar Abah Imam yang juga menjabat Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur.

Ia menilai kekompakan warga Dusun Ngelo menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dinilai menjadi bukti bahwa nilai kepedulian masih tumbuh dan terjaga.
“Semoga Gusti Allah Ta’ala memberikan keberkahan atas kerukunan dan kekompakan warga Dusun Ngelo. Semoga anak-anak generasi emas betah belajar di MI Tahfidz Ngelo,” katanya.

Menurut Abah Imam, MI Tahfidz Ngelo tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan formal, melainkan juga ruang untuk menanamkan nilai kebersamaan serta membangun karakter generasi penerus bangsa yang rahmatan lil alamin.

Pendidikan yang dikembangkan di sekolah tersebut berlandaskan nilai Aswaja An Nahdliyah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Kepala Desa Jengglungharjo dan Lembaga Taman Zakat yang memberikan dukungan santunan bagi anak yatim.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berkembang, termasuk dalam memberikan bekal kewirausahaan bagi para murid MI Tahfidz Ngelo.

Momentum Muharram di Dusun Ngelo kali ini bukan sekadar peringatan kalender keagamaan. Di tengah semilir angin pesisir, anak-anak pantai belajar tentang makna berbagi, pendidikan, dan harapan masa depan yang tumbuh bersama doa.
Jurnalis: IM

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles