Lawan Kemiskinan dengan Data dan Riset, Pemkab Jember Gandeng FEB UNAIR

SURABAYA,Siaranesia.com – Pengentasan kemiskinan membutuhkan lebih dari sekadar program bantuan. Untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) dalam kerja sama strategis berbasis riset dan pengabdian masyarakat yang ditandatangani di Surabaya, Jumat (12/6/2026).
Penandatanganan PKS berlangsung di Aula Fadjar Notonegoro FEB UNAIR, Surabaya, Jumat (12/6/2026), ditandatangani langsung oleh Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., dan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc.
Acara tersebut turut disaksikan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP-Taskin) Ir. Irwan Sumule, jajaran pimpinan universitas, anggota DPRD, serta perwakilan lembaga strategis seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dekan FEB UNAIR Prof. Rudi Purwono menegaskan kerja sama ini merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai salah satu fakultas ekonomi terbaik di Indonesia yang saat ini berada pada peringkat 287 dunia versi QS World University Rankings, FEB UNAIR berkomitmen menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan akademis dan ilmiah.
“Kami ingin menjadikan universitas sebagai bagian dari solusi kehidupan masyarakat. Kolaborasi dengan Pemkab Jember ini merupakan bentuk kebersamaan antara kampus dan lingkungan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah,” ujar Prof. Rudi.

Ia menambahkan, para dosen dan mahasiswa FEB UNAIR akan dilibatkan secara aktif dalam berbagai kajian pembangunan daerah, termasuk pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember.
Sementara itu, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawaid menilai kolaborasi dengan dunia akademik menjadi kebutuhan penting, terutama dalam upaya menekan angka kemiskinan absolut yang masih menjadi tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah harus disusun berdasarkan data yang valid dan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang terencana dan memiliki pondasi kuat, yaitu penelitian. Karena itu kami menggandeng ahlinya, yaitu kampus. Kami ingin program pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat menuju Jember Baru dan Jember Maju,” tegas Bupati Fawaid.
Ia juga berharap sinergi antara Pemkab Jember dan FEB UNAIR mampu mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam kerja sama tersebut, terdapat sejumlah fokus utama yang akan menjadi prioritas bersama, antara lain verifikasi data dan kajian strategis pengentasan kemiskinan, percepatan pembangunan daerah melalui riset ekonomi dan tata kelola bisnis, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah, hingga pembukaan peluang studi lanjut bagi ASN Pemkab Jember pada program Magister dan Doktor FEB UNAIR.
Selain itu, kedua pihak juga akan mengembangkan berbagai program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan jejaring internasional FEB UNAIR guna mendukung pembangunan desa-desa di Kabupaten Jember.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi akademis dan birokratis yang diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Jember.
Jurnalis: AA Editor:


