Jagoan Desa Tulungagung Santuni 23 Anak Yatim Pedesaan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dimanfaatkan Jagoan Desa (JD) Tulungagung, Jawa Timur, untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat pedesaan.

Sebanyak 23 anak yatim menerima bantuan sembako dan santunan dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Senin (14/9/2026).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung bersamaan dengan pengajian umum yang menghadirkan KH Lukman Syafe’i sebagai penceramah. Acara diikuti masyarakat setempat, terutama jamaah ibu-ibu dan bapak-bapak dari sejumlah wilayah di Kecamatan Tanggunggunung.

Penyerahan santunan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian jamaah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah pedesaan.

Korda Tulungagung Jagoan Desa, Nasirudin Aziz, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan wujud kepedulian JD terhadap masyarakat, khususnya anak yatim dan warga kurang mampu.

Santunan anak yatim di desa Jengglungharjo, kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung.

Menurut Aziz, kegiatan sosial di pedesaan menjadi bagian dari semangat Jagoan Desa untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung di tengah masyarakat.

“Sesuai arahan Kapten Nasional Jagoan Desa, kami diharapkan dapat berbagi kebahagiaan dengan warga di pedesaan,” kata Aziz.

Ia menegaskan, semangat berbagi tidak berhenti pada momentum peringatan Maulid Nabi. Jagoan Desa Tulungagung berkomitmen untuk terus membangun kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap ke depan Jagoan Desa Tulungagung dapat terus berbagi kebahagiaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di pedesaan,” tambahnya.

Aziz menyampaikan, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kebersamaan. Menurutnya, keberadaan organisasi atau komunitas akan semakin berarti apabila mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Jengglungharjo pun tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang mempererat silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, dan elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial.

Dengan santunan kepada 23 anak yatim tersebut, Jagoan Desa Tulungagung ingin menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus tumbuh dari desa.

Terlebih, masyarakat pedesaan memiliki berbagai potensi sekaligus tantangan sosial yang membutuhkan perhatian dan gotong royong dari berbagai pihak.

Melalui kegiatan sederhana namun menyentuh langsung masyarakat tersebut, Jagoan Desa Tulungagung berharap tradisi berbagi dan kepedulian sosial dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Jurnalis: Rif

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles