Disdik Kabupaten Malang Rutin Gelar Doa dan Tahlil, Tanamkan Nilai Tabayyun kepada ASN

Disdik Kabupaten Malang Rutin Gelar Doa dan Tahlil, Tanamkan Nilai Tabayyun kepada ASN

SIARANESIA.COM – MALANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang terus membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga penguatan nilai spiritual. Melalui kegiatan doa dan tahlil rutin setiap Jumat pagi, seluruh aparatur sipil negara (ASN) diajak memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026) di aula Disdik Kabupaten Malang itu diikuti ratusan pegawai. Sejenak mereka meninggalkan aktivitas kantor untuk mengikuti doa bersama dan tausiyah sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual.

Tausiyah disampaikan oleh Kasubbag Umum dan Kepegawaian Disdik Kabupaten Malang, Gusni Ariansyah, S.Pd., M.Pd.
Ia mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat kehidupan yang sering kali luput dari perhatian.
“Kita masih diberi napas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nikmat ini sering kali luput dari rasa syukur kita,” ujarnya.

Menurut Gusni, padatnya aktivitas dan tuntutan pekerjaan sebagai aparatur pemerintah dapat membuat seseorang kehilangan keseimbangan batin apabila tidak diimbangi dengan pembinaan spiritual.
“Kalau jasmani membutuhkan makanan, maka rohani juga membutuhkan asupan ilmu agama. Keduanya harus berjalan seimbang,” katanya.

Dalam tausiyah tersebut, Gusni juga menekankan pentingnya menerapkan tabayyun atau melakukan klarifikasi terhadap setiap informasi sebelum mengambil keputusan. Nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan bagi ASN yang setiap hari berhadapan dengan berbagai laporan, aduan masyarakat, maupun informasi yang beredar di media sosial.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan kisah Haditsul Ifki, yang menjadi sebab turunnya Surah An-Nur ayat 11 tentang fitnah terhadap Sayyidah Aisyah RA.
“Setiap informasi yang masuk harus disikapi dengan tabayyun. Klarifikasi terlebih dahulu, pastikan kebenarannya, baru kemudian mengambil keputusan,” tegasnya.

Gusni menambahkan, prinsip profesionalisme yang selama ini diterapkan melalui standar operasional prosedur (SOP) maupun pakta integritas pada dasarnya telah diajarkan dalam ajaran Islam sejak berabad-abad lalu.
“Sikap profesional sejatinya telah diajarkan dalam Islam jauh sebelum lahirnya berbagai prosedur operasional,” ungkapnya.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, sikap tabayyun menjadi benteng penting agar ASN tidak gegabah dalam menyikapi persoalan yang berpotensi merugikan guru, sekolah, maupun peserta didik.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk memohon kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah di bidang pendidikan.

Salah seorang pegawai mengaku kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang dijalani setiap hari merupakan bagian dari ibadah.
“Seharian kami disibukkan dengan anggaran, Dapodik, hingga berbagai layanan pendidikan. Melalui kegiatan ini kami kembali diingatkan bahwa bekerja juga merupakan bentuk ibadah,” tuturnya.

Melalui kegiatan rutin tersebut, Disdik Kabupaten Malang berharap dapat membentuk ASN yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga memiliki empati, kebijaksanaan, serta semangat melayani masyarakat dengan hati.
“Harapannya tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan pelayanan publik yang semakin humanis bagi masyarakat Kabupaten Malang,” pungkas Gusni.

Jurnalis: Susilo

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles