
Siaranesia.com, BLITAR – Pemerintah Kota Blitar mendorong pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memperkuat regenerasi atlet, fasilitas, olahraga inklusif, hingga sport tourism untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Arah tersebut mengemuka dalam Ngobras Haornas 2026 bertema Sport Policy, Future Glory: Kebijakan Berdampak, Prestasi Nyata di Litera Coffee and Space, Perpustakaan Kota Blitar, Jumat (11/9/2026) malam.
Forum mempertemukan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) dengan atlet, pelatih, pegiat olahraga, serta masyarakat. Berbagai persoalan dibahas, mulai persiapan Popda, kebutuhan lapangan basket, pembinaan atlet, fasilitas penyandang disabilitas hingga tata kelola anggaran.
Mas Ibin menegaskan Ngobras menjadi ruang komunikasi dua arah agar pemerintah dapat mendengar langsung kebutuhan insan olahraga.
“Problem-problem yang ada di dunia olahraga juga dikupas pada Ngobras kali ini. Tentunya untuk memberikan semangat kepada seluruh insan olahraga,” ujarnya.
Terkait fasilitas, Pemkot Blitar secara bertahap memperluas sarana olahraga, termasuk penambahan jogging track di lapangan kelurahan. Pengembangan sport center diarahkan ke wilayah selatan, termasuk rencana pembangunan sirkuit tahun depan.
“Seluruh cabang olahraga yang potensial tetapi sarana prasarananya masih kurang dan perlu dikembangkan, supaya berkoordinasi dengan Dispora,” kata Mas Ibin.
Eks atlet basket era 1980-an, Pipit, meminta pemerintah memperkuat pembinaan dari tingkat dasar sekaligus menyediakan lapangan yang memadai untuk menjaring bibit atlet.
Sementara atlet sekaligus aktivis disabilitas Budi Prasetyo mendorong fasilitas olahraga yang aksesibel serta pembinaan atlet paralimpik yang berkelanjutan dan setara dengan olahraga non-disabilitas.
Dari sisi penghargaan, Pemkot Blitar menyiapkan Rp1,042 miliar pada 2026 untuk 91 atlet dan 19 pelatih. Anggaran tersebut mencakup penghargaan bagi peraih prestasi Porprov IX 2025, Formas VII, dan Peparpeda.
Mas Ibin juga memastikan pembinaan atlet tetap berjalan di tengah persoalan legalitas KONI Kota Blitar. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengelolaan melalui Dispora, termasuk mekanisme penyaluran bonus secara langsung.
Selain prestasi, Pemkot Blitar mulai mengembangkan olahraga sebagai penggerak ekonomi melalui sport tourism. CFD, lomba lari, hingga rencana event MMA diarahkan untuk menarik peserta dan penonton dari luar daerah.
“Olahraga betul-betul bisa menyatukan seluruh masyarakat, bisa mendatangkan banyak massa ke Kota Blitar yang akan menimbulkan efek domino ekonomi,” tegasnya.
Pegiat olahraga Daniel Lim menilai peran pemerintah penting untuk menjaga tren olahraga masyarakat agar terus berkembang dan menjadi kebiasaan hidup.
Dengan demikian, pembangunan olahraga Kota Blitar diarahkan pada tiga jalur sekaligus: prestasi, olahraga masyarakat, dan sport tourism, dengan dukungan fasilitas serta pembinaan yang semakin inklusif.
Jurnalis: Alvin


