Kontes dan Ekspo Sapi Piala Bupati Blitar 2026 Resmi Digelar

Siaranesia.com – Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar bersama Paguyuban Peternak Sapi Blitar Bersatu (PPSBB) menggelar Kontes dan Expo Sapi Piala Bupati Blitar 2026 di Pasar Hewan Terpadu Wlingi, Kabupaten Blitar, selama dua hari, 25–26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan setelah beberapa tahun terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ajang bertajuk Open Class tersebut terbuka bagi seluruh peternak dan diikuti peserta dari berbagai daerah, termasuk luar Provinsi Jawa Timur seperti Jawa Tengah. Antusiasme peserta menunjukkan mulai pulihnya gairah industri peternakan sapi di tingkat regional.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar mengatakan, penyelenggaraan kontes menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat peternak setelah sektor peternakan mengalami tekanan akibat wabah PMK.
“Alhamdulillah, PMK yang sebelumnya meredupkan sektor peternakan kini sudah mereda. Melalui kolaborasi dengan PPSBB, kami dapat melangsungkan kontes sapi pasca-PMK ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, kontes tidak hanya menjadi ajang adu kualitas ternak, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, konsultasi, dan berbagi pengalaman antarpeternak guna meningkatkan kualitas budidaya sapi.
Panitia berharap kegiatan ini mampu menjadi salah satu acuan penilaian kualitas dan harga sapi di pasaran, sekaligus mendorong meningkatnya transaksi ekonomi di sektor peternakan.
Dalam kontes kali ini diperlombakan sembilan kategori, mulai dari kelas Pedet atau Anakan Betina, Calon Induk, P0 (belum poel), P1, P2, P3, hingga Kelas Ekstrem yang menampilkan sapi-sapi unggulan dengan kualitas terbaik.
Selain kontes, penyelenggara juga menghadirkan Expo Peternakan yang menampilkan berbagai produk penunjang usaha peternakan, mulai dari pakan ternak, obat-obatan kesehatan hewan, peralatan budidaya, hingga berbagai aksesori untuk ternak sapi.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, populasi sapi potong di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 70 ribu ekor. Jumlah itu masih berada di bawah kondisi sebelum wabah PMK yang pernah menembus lebih dari 100 ribu ekor. Sementara populasi sapi perah tercatat sekitar 20 ribu ekor.
Menariknya, seluruh pelaksanaan kontes dan expo ini tidak menggunakan dana APBD. Kegiatan terlaksana berkat swadaya para peternak, pelaku usaha, serta dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan sektor peternakan.
Panitia berharap Kontes dan Expo Sapi Piala Bupati Blitar dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai upaya meningkatkan kualitas ternak, memperkuat jejaring antarpeternak, sekaligus menjaga stabilitas harga sapi di pasaran.
Di sisi lain, Panitia Penyelenggara dari Persatuan Peternak Sapi Bersatu (PPSB) juga menetapkan enam poin tata tertib yang wajib dipatuhi seluruh peserta. Regulasi tersebut disusun untuk menjamin jalannya kompetisi secara adil, transparan, profesional, serta tetap mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan.
“Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun,” tegas perwakilan panitia saat membacakan peraturan sebelum perlombaan dimulai.
Dengan penerapan regulasi yang ketat, penyelenggara berharap kontes tidak sekadar menjadi ajang prestise para peternak, tetapi juga menjadi tolok ukur penyelenggaraan kontes ternak yang profesional dan mampu mendorong kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Blitar.
Jurnalis: Alvin


