Napi Lapas Blitar Meninggal Akibat Sakit Gigi

- Penulis

Kamis, 14 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar – Seorang narapidana (napi) di Lapas Blitar yang meninggal dunia menjelang hari kebebasannya. Peristiwa tersebut disebabkan oleh kebiasaannya yang tak terduga, yaitu mencongkel sisa makanan di antara giginya dengan menggunakan lidi.

Napi ini, yang berinisial AN, sebelumnya dijatuhi vonis 1,6 tahun penjara karena terlibat dalam pengedaran obat keras berbahaya (okerbaya). Pria berusia 26 tahun ini telah menjalani masa penahanannya dengan baik dan dalam kondisi kesehatan yang baik.

Warga Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, telah mengajukan proses pembebasan bersyarat untuk AN agar bisa keluar dari penjara menjelang akhir tahun ini.

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, takdir memutuskan berbeda. Hanya karena sakit gigi, ajal menjemput AN di saat-saat terakhir kebebasannya. Kebiasaannya mencongkel sisa makanan di antara giginya dengan lidi mengakibatkan AN mengalami gusi bengkak yang kemudian berkembang menjadi demam.

Baca Juga :  Wakil Bupati Blitar Ajukan Pengunduran Diri ke DPRD, Sengaja Disingkirkan Sejak Awal?

Widha Indra, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Blitar, menjelaskan, “Takdir berkata lain. Ketika yang bersangkutan melaporkan kondisinya yang demam dan dadanya terasa kaku, kami segera merujuknya ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/9) sekitar pukul 17.00 WIB.”

Menurut Widha, pihak lapas tidak terlambat dalam menangani kesehatan AN. Mereka merespons dengan cepat ketika mendapat laporan kondisinya yang memburuk. “Rabu sekitar jam 3 sore itu dia melaporkan bahwa badannya demam dan sulit bernafas. Kami memeriksanya di klinik lapas, namun kondisinya mengharuskan kami merujuknya ke RSUD Mardi Waluyo sekitar pukul 5 sore. Setibanya di Unit Gawat Darurat, tim medis langsung melakukan pemeriksaan, dan hasilnya, AN didiagnosis mengalami abses submandibula,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelaku Kasus Penganiayaan Siswa MTs di Blitar Hingga Tewas Ditangkap Polisi

Abses submandibula adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera oleh dokter. Selain berisiko menyebabkan sepsis, abses submandibula juga bisa menyumbat saluran pernapasan sehingga membuat penderitanya kesulitan atau bahkan tidak bisa bernapas.

Kondisi AN semakin parah karena dia tidak melaporkan sakit gigi ke petugas lapas sebelum demam dan kesulitan bernapas muncul. Tim medis akhirnya melakukan tindakan operasi untuk menghentikan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya. Semua tindakan medis dilakukan dengan persetujuan keluarga AN dan perangkat desa sebagai saksi.

Setelah operasi, kondisi AN semakin stabil dan dia dipindahkan ke ruang perawatan. Namun, pada Sabtu (9/9), AN mengalami gagal nafas dan harus kembali ke ruang ICU. Meskipun mendapat penanganan intensif selama empat hari di ICU, kondisi kesehatan AN tidak membaik.

Baca Juga :  Spesial HUT RI ke-78! Ratusan Narapidana Lapas Blitar Dapat Remisi, 21 Langsung Bebas

“Kondisinya terus memburuk hingga pada Rabu (13/9/23) yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter RSUD Mardi Waluyo,” kata Widha.

Jenazah AN diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, dan pihak Lapas Blitar menanggung semua biaya perawatan dan tindakan operasi AN. Widha menyesalkan adanya informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlambatan penanganan kesehatan AN. Ia menegaskan bahwa pihak lapas merespons dengan segera sesuai dengan laporan yang diterima.

“Dari kasus ini, kami mengimbau para narapidana dan tahanan agar segera mendatangi klinik di dalam lapas jika mengalami masalah kesehatan. Klinik di sini buka 24 jam, dan segera laporkan kepada petugas lapas jika merasa sakit,” tambah Widha.

Berita Terkait

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi
Sumatraco Langgeng Makmur Dukung Bazaar Maulid Nabi 2023
Wali Kota Mojokerto Memimpin Pelantikan Pengurus GP Ansor dan Pengukuhan Satkorcab Banser
Progres Investasi IKN Terus Berkembang: Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Upacara Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB