Mas Ibin Jemput Langsung Calon Siswa Sekolah Rakyat

Siaranesia.com – Blitar – Kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan anak ditunjukkan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Sabtu (12/9/2026), Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin tersebut turun langsung menjemput dua calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 dari rumah masing-masing.

Dua calon siswa itu adalah Afrilia Ayu Agustin dan Khaurur Rozaq. Keduanya sebelumnya terkendala melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA sederajat karena kondisi keluarga.

Bagi Mas Ibin, penjemputan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin memastikan anak-anak yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan melalui Sekolah Rakyat merasakan dukungan dan perhatian sejak awal.

“Anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini sudah seperti anak saya sendiri,” kata Mas Ibin.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Afril yang merupakan anak yatim. Mas Ibin menyebut kepedulian tersebut sebagai bentuk perhatian seorang ayah kepada anak yang tengah memulai perjalanan pendidikan baru.

Dalam kesempatan itu, Mas Ibin juga memberikan pemahaman kepada Afril dan Rozaq mengenai sistem pendidikan Sekolah Rakyat yang menerapkan pola asrama.

Konsekuensinya, para siswa harus siap tinggal jauh dari keluarga dan menghadapi rasa rindu kepada orang tua. Namun, menurut Mas Ibin, proses tersebut merupakan bagian dari perjuangan untuk meraih keberhasilan.

“Tadi sudah saya sampaikan ke mereka berdua bahwa Sekolah Rakyat ini sekolah asrama, jadi mereka pasti kangen bapak ibunya. Saya kira ini sebuah proses karena keberhasilan itu memang harus dimulai dengan hal sangat sedih, sangat susah dan penuh perjuangan yaitu berpisah dengan orang tua,” ujarnya.

Menurut Mas Ibin, kehidupan di asrama diharapkan mampu menempa kedisiplinan dan mental para siswa. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, serta memiliki daya saing.

Kesempatan tersebut disambut baik Afril. Ia mengaku memilih Sekolah Rakyat atas keinginannya sendiri agar dapat kembali melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita menjadi dokter.

“Saya bersekolah di Sekolah Rakyat keinginan sendiri, karena ingin melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita saya menjadi dokter,” ungkap Afril.

Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah menjelaskan, Afril dan Rozaq sebelumnya sempat tidak melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA sederajat.

Afril tercatat sebelumnya bersekolah di SMK 2 Kota Blitar. Sementara Rozaq tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Eka mengatakan, Afril dan keluarganya menyambut positif kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat. Kesadaran untuk kembali menempuh pendidikan juga muncul dari keinginan Afril sendiri.

“Baik Afril maupun orang tuanya sebenarnya senang di SR karena dikhawatirkan kalau tidak sekolah itu jadi pergaulan bebas. Itu kesadaran anaknya sendiri sebetulnya,” pungkas Eka.

Bagi Pemerintah Kota Blitar, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu ruang untuk membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Dukungan langsung kepada siswa diharapkan membuat mereka tidak hanya kembali bersekolah, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk menatap masa depan.

Jurnalis: Alvin

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles