Nasib Baik Buruh Pabrik Rokok di Malang

- Penulis

Sabtu, 18 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Pabrik rokok memberikan dampak positif bagi perekonomian, bukan hanya dari segi keuntungan pemerintah melalui pendapatan cukai, tetapi juga bagi masyarakat yang mencari nafkah di sektor ini.

Eko Susanto, seorang karyawan di salah satu pabrik rokok di Kabupaten Malang, menjadi contoh nyata betapa industri ini mampu memberikan kehidupan bagi pekerjanya. Eko, yang telah bekerja sejak tahun 2007, mengakui bahwa pendapatannya dari industri rokok telah mampu menghidupi keluarganya selama hampir 16 tahun.

“Saya mulai bekerja pada tahun 2007, sekitar 16 tahun. Saya memulai dari bawah, bekerja sebagai buruh di unit mesin linting,” ujar Eko saat berbincang dengan Wartawan pada Kamis (16/11/2023).

ADVERTISEMENT

akun turnitin

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pabrik rokok tempat Eko bekerja, yang telah berdiri sejak tahun 1973 dan terletak di Jalan Probolinggo, Penarukan, Kepanjen, Kabupaten Malang, menjadi tempat bagi sekitar 5 ribu buruh yang menggantungkan hidup pada industri ini.

Baca Juga :  Mantan Kades Tersangka Korupsi Dana Desa di Malang Ditangkap Setelah Buron 5 Tahun

Keputusan Eko untuk tetap setia bekerja di pabrik tersebut selama belasan tahun memiliki alasan yang kuat. Selain jarak tempuh yang hanya 10 menit dari rumahnya, pendapatan yang diperolehnya cukup untuk menghidupi keluarganya, termasuk biaya pendidikan anaknya yang kini duduk di bangku kelas 1 SMP. Bahkan, Eko telah berhasil mencicil rumah dari gaji yang diterimanya.

“Tentunya senang kerja di sini, jaraknya dekat, tidak sampai 10 menit. Gajinya juga cukup untuk menghidupi keluarga,” ungkap Eko.

Menurut Eko, pendapatannya setiap tahun mengalami kenaikan yang sejalan dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Selain gaji pokok, dia juga menerima tunjangan, jaminan tenaga kerja, serta jaminan kesehatan.

“Pendapatan mengikuti UMK. Alhamdulillah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari cukup. Lambat laun, masa kerja di sini memberikan tambahan yang lebih, seperti tunjangan, dan lain-lain,” paparnya.

Baca Juga :  Siswi SMA Kota Malang Gantung Diri, Diduga Karena Masalah Asmara

Suwanto, 44 tahun, seorang pekerja di divisi packing di pabrik rokok tersebut, juga memiliki pengalaman yang serupa. Meski menghadapi risiko kerja dengan menggunakan peralatan mesin pengepresan, Suwanto merasa bahagia karena pendapatannya sebulan hampir mencapai Rp 4 juta, cukup untuk menghidupi istri dan dua anaknya.

“Anak saya yang pertama baru lulus SMK, yang kecil masih kelas 5 SD. Pendapatan sebulan hampir Rp 5 jutaan, sangat cukup, dari mulai awal kerja hanya menerima gaji Rp 900 ribu,” ungkap Suwanto.

Suwanto memuji standar keselamatan kerja yang diterapkan dengan ketat oleh perusahaan. Ini membantu meminimalisir risiko kecelakaan kerja, dan kesehatan para pekerja sangat diperhatikan. Apabila ada keluhan terkait kesehatan, para pekerja dapat segera memeriksakan diri di klinik yang ada di lingkungan perusahaan.

Baca Juga :  Line Up Arema FC Vs RANS Nusantara di Liga 1 Malam Ini

“Di sini, SOP kerja diberlakukan ketat, untuk keselamatan selama bekerja. Jika mengalami sakit, bisa langsung ke klinik. Ada juga jaminan kesehatan untuk saya dan keluarga,” katanya.

Meskipun Suwanto sering mendapat tawaran pekerjaan dari tempat lain, ia lebih memilih untuk tetap loyal pada pabrik rokok tempatnya bekerja.

“Banyak tawaran, selain industri rokok ada. Tapi saya lebih nyaman bekerja di sini,” tegas Suwanto.

Adanya uang lembur yang diberikan oleh manajemen juga turut membuat para pekerja betah. Dengan adanya uang lembur, mereka bisa menerima penghasilan tambahan selain dari gaji pokok dan tunjangan.

“Di sini gaji pokok standar UMR, ditambah tunjangan dan lain-lain, termasuk uang lembur. Misalnya kita kerja mulai jam 6 pagi sampai jam 3 sore, kemudian lembur sampai jam 5, lumayan lembur dua jam,” jelasnya.

Berita Terkait

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong
Seorang Warga Luka di Telinga Imbas Ledakan Keras di Sumenep
Realisasi Pendapatan Provinsi Jatim 2023 Diklaim Lampaui Target
Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi
Sumatraco Langgeng Makmur Dukung Bazaar Maulid Nabi 2023
Wali Kota Mojokerto Memimpin Pelantikan Pengurus GP Ansor dan Pengukuhan Satkorcab Banser
Progres Investasi IKN Terus Berkembang: Bahlil Lahadalia Ungkap Rencana Upacara Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024
Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Berita Terkait

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:32 WIB

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Januari 2024 - 10:08 WIB

Penumpukan dan Penjualan Tiket Kapal di Tanjung Perak Jadi Bahan Evaluasi

Senin, 4 Desember 2023 - 10:43 WIB

Razia Prostitusi Online MiChat di Situbondo: Lima Pelaku Diamankan, Uang Rp 25,9 Juta Disita

Sabtu, 25 November 2023 - 18:49 WIB

Khofifah Yakin Jatim Mampu Antarkan Indonesia Ciptakan Swasembada Daging

Sabtu, 25 November 2023 - 18:34 WIB

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Sabtu, 25 November 2023 - 18:19 WIB

Dua Nakes Dinkes Kota Malang Meninggal Akibat Kecelakaan Sepulang dari Bromo

Sabtu, 25 November 2023 - 18:09 WIB

Pelatih Pencak Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Tewasnya Pelajar SMP

Sabtu, 18 November 2023 - 15:56 WIB

Gunung Semeru Meletus 15 Kali Pascaerupsi

Berita Terbaru

berita nasional

Jokowi Singgung Serangan Personal di Debat ke-3, Ini Kata Mahfud MD

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:13 WIB

berita nasional

Anies Beri Penilaian Kemhan 11 dari 100, Prabowo: Emang Gue Pikirin

Selasa, 9 Jan 2024 - 13:04 WIB

berita nasional

Ulama Ploso soal Prabowo Dinobatkan Jadi Sahabat Santri oleh Genggong

Rabu, 3 Jan 2024 - 10:32 WIB