SIARANESIA.com,MALANG – Kekeringan masih melanda 14 desa di enam kecamatan di Kabupaten Malang. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan 4.266.500 liter air bersih kepada 5.799 kepala keluarga (KK) atau 18.414 jiwa hingga Sabtu (10/10/2026).
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Drs. H. Syamsul Hadi, M.M., mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan secara berkala ke wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air selama kekeringan belum berakhir.
“Penyaluran tersebut melibatkan sejumlah instansi dan relawan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kekeringan berlangsung. Kami akan terus membantu dan memantau kondisi di wilayah terdampak agar penyaluran bantuan berjalan sesuai kebutuhan,” ujar Syamsul, Rabu (14/10/2026).
Enam kecamatan yang masih terdampak kekeringan meliputi Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.
Dari sejumlah wilayah tersebut, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, mencatat akumulasi distribusi air bersih terbesar, yakni 1.016.700 liter. Bantuan itu menjangkau 1.035 KK atau 3.105 jiwa.
Sementara itu, distribusi air bersih ke Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, mencapai 495.000 liter. Desa Sitiarjo menerima 440.000 liter, sedangkan Desa Kedungbanteng mendapatkan 390.000 liter.
Syamsul menjelaskan, pada Sabtu (10/10/2026), BPBD Kabupaten Malang menyalurkan tambahan 83.050 liter air bersih menggunakan lima armada dengan total 18 rit pengiriman.
Volume distribusi harian tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 118.400 liter menggunakan tujuh armada dengan total 19 rit pengiriman.
Penanganan kekeringan juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, serta para relawan.
Selain mendistribusikan bantuan, BPBD terus memantau kondisi di 33 kecamatan selama masa tanggap darurat kekeringan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian.
“Meski tidak ada laporan kejadian bencana baru pada Sabtu malam hingga Minggu (11/10/2026) pagi, kebutuhan air bersih di belasan desa tersebut masih dipenuhi melalui pengiriman berkala. Penyaluran bantuan dilakukan sesuai kebutuhan warga selama kekeringan belum berakhir,” pungkasnya.
Jurnalis: Susilo


