banner pilkada 2024

Istri Bupati Trenggalek Diusir Oleh Anggota DPRD Jatim di Acara UMKM

Surabaya – Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, mengalami momen pahit menjelang ulang tahunnya yang ke-33.

Ia tidak menyangka akan diusir oleh seorang anggota DPRD Jatim saat menjadi pembicara acara UMKM di Magetan.

Kejadian tersebut terungkap di SMAN 1 Magetan pada Selasa (21/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Novita, yang lahir di Surabaya pada 22 November 1990, hadir sebagai undangan dari Dinas Koperasi dan UKM Jatim untuk memberikan materi program Kementerian Koperasi dan UKM tentang penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sebagai Ketua Garda Transfumi, Novita berencana menjadi pembicara dalam acara tersebut. Namun, ia mendapat perlakuan tak menyenangkan dari seorang anggota Komisi E DPRD Jatim, yang mengusirnya dari acara.

Novita mengungkapkan, “Saya baru hadir dan memberi sambutan selama 3 menit, namun diminta segera selesai dan meninggalkan acara padahal acara belum selesai.”

Ibu tiga anak ini menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi karena anggota Komisi E merasa Novita masuk ke ruangan yang salah. Padahal, dalam acara UMKM, pihak Komisi E seharusnya bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi.

Novita mengakui bahwa kegiatan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim terkait penerbitan NIB melibatkan dirinya. Ia menegaskan bahwa anggota Komisi E DPRD Jatim menekan dinas untuk mengusirnya dari acara tersebut.

“Waktu baru tiba, acara saya langsung disodori mikrofon saat datang, padahal biasanya ada urutan tertentu. Tapi ini saya duduk dulu, saya bilang ke MC-nya saya ke toilet dulu karena buru-buru. Kaget juga saat saya senyum, mereka tidak merespons,” ungkap Novita.

Novita menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki niat berkampanye dalam acara tersebut dan hadir untuk memberikan pelayanan sebagai Ketua Garda Transfumi dalam mendukung UMKM dalam penerbitan NIB.

Sebelumnya, Novita membagikan pengalamannya ini melalui akun Instagram pribadinya. Curhatan tersebut viral di media sosial, termasuk TikTok dan WhatsApp, mencapai lebih dari 75 ribu penonton dan 124 komentar.

.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!