BPBD Tulungagung Siaga Kekeringan, 20 Desa Berpotensi Krisis Air Bersih

Sudarmadji Kepala BPPD Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
Kalaksa BPPD Kabupaten Tulungagung Sudarmadji, Sos., M.Sos

BPBD Tulungagung Siaga Kekeringan, 20 Desa Berpotensi Krisis Air Bersih

Siaranesia, Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan panjang pada 2026.

Hasil pemetaan BPBD mencatat sedikitnya 20 desa di delapan kecamatan berisiko mengalami krisis air bersih.

Delapan kecamatan tersebut meliputi Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Campurdarat, Rejotangan, Tanggunggunung, Pagerwojo, dan Gondang. Wilayah ini tergolong rawan karena bergantung pada sumber mata air dan sumur dangkal.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menegaskan kesiapsiagaan telah dilakukan sejak dini. BPBD menyiapkan 50 tandon air yang akan didistribusikan ke titik-titik rawan sebagai langkah utama menjaga suplai air bersih.
“BPBD fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat selama musim kemarau,” ujarnya.

Kantor BPPD Kabupaten Tulungagung

Tak hanya itu, BPBD juga menyalurkan bantuan permakanan berupa sembako guna membantu warga bertahan di tengah potensi krisis.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, menyebut musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang, sekitar enam hingga tujuh bulan. Kondisi tersebut berpotensi menekan ketersediaan air di wilayah terdampak.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan jika terjadi kekurangan pasokan air bersih.

BPBD menegaskan, penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan kesiapan logistik dan partisipasi aktif masyarakat, dampak kekeringan diharapkan dapat ditekan sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!