Tiga Tahun Konflik Gaza, Komunitas Blitar Galang Solidaritas Palestina

BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Kepedulian terhadap warga Palestina terus disuarakan. Sekitar 300 peserta dari berbagai komunitas dan lembaga kemanusiaan di Kota Blitar menggelar aksi Peduli Palestina di kawasan Car Free Day (CFD) Blitar Square, Minggu (11/10/2026) pagi.

Mengusung tema “3 Tahun Genosida”, aksi yang diinisiasi Lembaga Manajemen Infaq (LMI) tersebut diisi dengan flashmob, aksi solidaritas, serta penggalangan dana untuk membantu warga Gaza, Palestina.

Mufi Biahdi, salah satu mitra aksi yang turut melibatkan lembaga lain, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina yang dinilainya belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Menurutnya, aksi itu digelar untuk memperingati tiga tahun peristiwa Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza masih membutuhkan perhatian bersama.

“Latar belakangnya pastinya untuk memperingati Badai Al-Aqsa 7 Oktober. Meskipun sekarang tanggal 11 Oktober, kita memperingati tiga tahunnya sejak agresi militer. Sudah tiga tahun ini belum ada perkembangan yang sangat signifikan di bidang kemanusiaan,” ujarnya saat ditemui di lokasi CFD.

Mufi Biahdi salah seorang peserta aksi solidaritas Palestina.

Ia menjelaskan, pemilihan kawasan CFD bertujuan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui kegiatan terbuka tersebut, para peserta berharap pesan solidaritas untuk Palestina dapat diketahui dan mendapat perhatian publik.

Mufi menegaskan, kepedulian terhadap penderitaan warga Palestina merupakan persoalan kemanusiaan yang melampaui latar belakang agama maupun bangsa.

“Kita sebagai ikhtiar, meskipun suaranya kecil, tetapi kita berusaha untuk menyuarakan. Kita pilih CFD ini karena tempat berkumpulnya orang-orang,” katanya.

Ia menambahkan, aksi tersebut tidak berfokus pada orasi, melainkan mengajak masyarakat menyadari kondisi warga Palestina sekaligus mendorong partisipasi nyata untuk membantu mereka.

“Kita tidak terlalu banyak orasi. Yang penting kita menyuarakan bahwa Palestina itu masih dijajah dan masih perlu uluran tangan kita. Harapannya, orang-orang khususnya di Blitar tahu dan peduli bahwa ada saudaranya, entah muslim atau bukan, yang sedang menderita,” jelasnya.

Donasi Disalurkan melalui LMI

Selain menyampaikan pesan solidaritas, peserta aksi juga menggalang dana untuk membantu masyarakat Gaza. Menurut Mufi, penyaluran donasi dilakukan melalui LMI yang disebutnya memiliki pengalaman dalam kegiatan kemanusiaan dan penyaluran bantuan untuk warga Palestina.

Ia menilai transparansi penyaluran bantuan menjadi hal penting agar masyarakat yang berdonasi dapat mengetahui penggunaan dan tujuan bantuan tersebut.

“LMI lembaga yang kredibel untuk masalah ini dan kita sudah sering menyalurkan donasi ini dan alhamdulillah sampai ke warga Gaza. Insyaallah bisa dicek di internet dan media sosial, terkait penyaluran kita benar-benar transparan karena memang lembaga kemanusiaan,” ungkapnya.

Mufi juga menegaskan bahwa dirinya bukan perwakilan LMI, melainkan mitra dalam kegiatan solidaritas tersebut yang turut melibatkan lembaga lain.

Ia berharap aksi tersebut dapat mendorong masyarakat untuk berkontribusi sesuai kemampuan, baik melalui bantuan materi maupun dukungan moral.

“Output-nya peduli secara materiil atau nonmateriil terserah, yang penting peduli saja. Kita juga galang dana karena itu usaha riil yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.

Melalui aksi tersebut, komunitas di Blitar berharap kepedulian terhadap warga Palestina tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui solidaritas kemanusiaan dan bantuan nyata bagi masyarakat yang terdampak konflik.

Jurnalis: Alvin

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles