Zebra Cross Belum Ada, SMPN 1 Bululawang Bergerak Sendiri Jaga Keselamatan Siswa di Jalur Padat Sempalwadak

Zebra Cross Belum Ada, SMPN 1 Bululawang Bergerak Sendiri Jaga Keselamatan Siswa di Jalur Padat Sempalwadak

Siaranesia.com, MALANG – Keselamatan siswa menjadi perhatian serius SMP Negeri 1 Bululawang. Di tengah padatnya arus lalu lintas di Jalan Raya Sempalwadak yang kini semakin mulus pasca-overlay, pihak sekolah mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Malang segera memasang zebra cross dan rambu kawasan sekolah demi mengurangi risiko kecelakaan.

Desakan itu muncul seiring tingginya aktivitas penyeberangan siswa setiap pagi, terutama menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Sementara fasilitas penyeberangan resmi belum tersedia, sekolah mengambil langkah darurat dengan menempatkan dua petugas untuk membantu siswa menyeberang jalan.

Kepala SMPN 1 Bululawang, Suntoro, mengatakan kondisi jalan yang semakin baik justru memunculkan tantangan baru karena kendaraan melaju dengan kecepatan lebih tinggi.
“Setiap pagi mulai pukul 06.30 WIB siswa menyeberang untuk masuk sekolah. Arus lalu lintas cukup padat dan kendaraan banyak yang melaju cepat. Karena itu keberadaan zebra cross sangat mendesak,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Menurut Suntoro, selama ini salah satu karyawan sekolah, M. Dodik Kurniawan, secara sukarela membantu mengatur lalu lintas dan menyeberangkan siswa. Melihat tingginya kebutuhan pengamanan, sekolah kemudian menambah satu petugas lagi agar pelayanan lebih optimal.
“Kami menambah satu orang petugas sehingga sekarang ada dua orang yang berjaga setiap pagi. Selain itu, kami juga telah mengajukan permohonan resmi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Malang untuk pemasangan zebra cross dan rambu peringatan kawasan sekolah,” jelasnya.

Ia berharap permohonan tersebut segera ditindaklanjuti mengingat keselamatan siswa tidak bisa hanya mengandalkan tenaga internal sekolah.
“Harapan kami, Dishub segera melakukan peninjauan lokasi dan memfasilitasi pemasangan zebra cross. Keselamatan siswa, guru, dan wali murid harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Langkah sigap yang dilakukan M. Dodik pun mendapat apresiasi dari para wali murid. Salah satunya disampaikan Susi, warga Desa Sempalwadak, yang mengaku merasa terbantu saat mengantar anaknya ke sekolah.
“Pak Dodik sangat ramah dan sigap membantu menyeberangkan siswa. Kehadirannya sangat membantu karena pagi hari lalu lintas di depan sekolah memang sangat ramai,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah masih menunggu respons dan tindak lanjut dari Dinas Perhubungan Kabupaten Malang terkait permohonan pemasangan fasilitas penyeberangan tersebut.

(Aruji/Siaranesia)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles