Halaman Pesantren Al Azhaar Menjelma Bak Padang Arofah,

Halaman Pesantren Al Azhaar Menjelma Bak Padang Arofah, Doa Santri Menggema Menuju Langit Makkah

Pengasuh pesantren, KH. Imam Mawardi Ridlwan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Sore itu, selepas sholat asar berjamaah, halaman Pesantren Al Azhaar seakan berubah menjadi Padang Arofah. Langit senja yang perlahan merunduk menjadi saksi ribuan doa yang melangit dari para santri dalam rangkaian Ta’rif Arofah, Selasa (26/5/2026).

Suasana khusyuk langsung terasa ketika wirid sholat dipimpin Kyai Zaenul Muktar. Lantunan dzikir dan doa menggema lembut, menyatu dengan heningnya sore. Para santri duduk bersila dengan kepala tertunduk, larut dalam munajat penuh harap.

Pengasuh pesantren, KH. Imam Mawardi Ridlwan, dalam taushiahnya mengajak seluruh santri menghadirkan hati seolah berada di Tanah Suci bersama jutaan jamaah haji yang tengah menjalani wukuf di Arofah.
“Pada waktu yang sama, para jamaah haji di tanah suci sedang melaksanakan sholat dluhur, mendengarkan khutbah Arofah, lalu berdoa. Semua doa dikabulkan Allah. Maka doa para santri dari tanah air pun insyaallah akan sampai,” tutur Abah Imam penuh harap.

Ia juga mendoakan agar seluruh santri kelak dimudahkan menunaikan ibadah haji serta senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan hidup.

Dzikir Ta’rif Arofah kemudian dipimpin Kyai Lukman Hakim. Suasana semakin syahdu. Bibir para santri bergetar lirih melafalkan wirid, sementara tangan-tangan mereka menengadah memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.
Bagi para santri, momen itu bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, Ta’rif Arofah menjadi latihan kerinduan — kerinduan menuju Arofah, kerinduan menapaki ibadah haji, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Allah Ta’ala.
Halaman pesantren pun seolah menjadi “Arofah kecil”, tempat doa-doa dari tanah air dipanjatkan dengan penuh ketulusan menuju langit Makkah.

Menutup taushiahnya, Abah Imam menyampaikan bahwa hari Arofah adalah momentum panggilan ruhani bagi setiap manusia untuk kembali mengenali dirinya dan Tuhannya.
“Panggilan dari Arofah hari ini adalah: kembalilah kepada-Ku. Lihat siapa dirimu, kenali siapa Aku, dan berjalanlah di jalan Allah Ta’ala dengan taubat yang tulus,” ujarnya.

Senja akhirnya ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah. Namun getaran doa sore itu terasa masih tinggal, mengendap dalam hati para santri yang larut dalam harapan dan kerinduan menuju ridha Ilahi.
Jurnalis : Surya Alam

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles