Pemkab Malang Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah

MALANG, Siaranesia.com – Pemerintah Kabupaten Malang mendorong penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekolah. Program ini diterapkan untuk mengenalkan pertanian kepada pelajar sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian pangan.

Program tersebut ditandai dengan panen bersama di SMPN 2 Kepanjen, Selasa (20/10/2026), dalam rangkaian kegiatan Sambang Sekolah. Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., hadir bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara dan jajaran terkait.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan, A.P., M.Si., jajaran Forkopimda, serta Pembina Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat.

Setelah dari SMPN 2 Kepanjen, rombongan melanjutkan kunjungan ke SDN 4 Panggungrejo Kepanjen, SMPN 1 Kepanjen, dan SMP Assyaidiyah Kepanjen.

Pembina Yayasan Swatantra Pangan Nusantara Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat mengatakan, pengenalan pertanian sejak usia sekolah penting untuk mendorong regenerasi petani. Menurutnya, petani saat ini didominasi kelompok usia tua, sedangkan minat generasi muda untuk bercocok tanam perlu ditingkatkan.

“Para petani kita sekarang sudah pada tua-tua. Yang masuk ke sawah, ke ladang-ladang itu usianya sudah di atas 45 tahun. Hampir 60 persen mereka sudah sepuh-sepuh dan tidak ada anak-anak yang mau lagi menanam. Untuk itu hari ini kami dari Yayasan ingin mengenalkan bahwa marilah kita menanam,” ujarnya.

Sudrajat mengapresiasi kebijakan Bupati Malang yang menerbitkan surat edaran tentang kegiatan bercocok tanam di sekolah. Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Bupati Malang M. Sanusi menegaskan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup.

“Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan peserta didik, tetapi pendidikan juga membentuk karakter, menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membekali anak-anak dengan keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depannya,” kata Sanusi.

Program tersebut mengusung tema “Bersinergi Menuju Sekolah Gratis Berbasis Ketahanan Pangan Demi Mewujudkan Generasi Sehat, Kreatif, dan Mandiri”. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pembentukan generasi yang sehat dan mandiri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam kegiatan tersebut, Sanusi memberikan bantuan Rp5 juta untuk makan bersama siswa dan guru SMPN 2 Kepanjen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan menjelaskan, program bercocok tanam di sekolah merupakan tindak lanjut kebijakan yang telah digulirkan sejak Mei 2026. Setiap sekolah didorong memanfaatkan pekarangan sebagai sarana pembelajaran ketahanan pangan.

“Harapannya anak-anak ke depan nantinya tidak hanya cerdas secara intelektual, anak-anak juga cerdas secara karakter dan mempunyai pengalaman yang cukup terkait dengan ketahanan pangan guna masa depannya kelak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara menyerahkan bibit kangkung, cabai, dan polybag kepada SMPN 2 Kepanjen. Yayasan juga memberikan bantuan laptop kepada SMPN 1 Wajak dan SMPN 2 Kepanjen.

Kegiatan ditutup dengan panen bersama sebagai bagian dari pembelajaran pertanian bagi siswa.

Jurnalis: S.AR

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles