Kepala Bidang Perdagangan Siti Mahmudah, SE., MM ( foto by Nangkho).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung mengintensifkan operasi pasar pangan sepanjang Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung penurunan angka stunting di desa-desa prioritas.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 4 Agustus di Desa Ngreco, Kecamatan Tanggunggunung, dilanjutkan 5 Agustus di Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir. Operasi berikutnya digelar 12 Agustus di Desa Bulus, Bandung, dan 13 Agustus di Desa Sidem, Kecamatan Gondang.
“Langkah ini kami lakukan untuk menstabilkan harga, terutama beras premium yang sempat melampaui HET akibat naiknya harga gabah,” jelas Siti Mahmudah saat ditemui jurnalis media ini..

Kepala Disperindag Tulungagung Fajar Widariyanto, SP., MM., melalui Kepala Bidang Perdagangan Siti Mahmudah, SE., MM., mengatakan operasi pasar digelar sebagai respons atas kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama beras premium yang sempat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) akibat meningkatnya harga gabah.
“Tujuan utama kami menstabilkan harga pangan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Siti Mahmudah.

Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, tepung terigu, bawang merah, cabai, hingga bahan pangan pokok lainnya. Sasaran kegiatan diprioritaskan pada wilayah dengan angka stunting relatif tinggi agar intervensi ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Menurut Siti, antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga stok pangan di beberapa lokasi cepat habis.
“Respon warga luar biasa. Ini membuktikan operasi pasar memang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Disperindag juga menyiapkan Gebyar Operasi Pasar pada akhir Oktober 2026 di halaman Pemkab Tulungagung sebagai langkah antisipasi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Natal dan Tahun Baru.

Melalui operasi pasar yang berkelanjutan, pemerintah daerah berharap inflasi pangan tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan upaya percepatan penurunan stunting semakin efektif.
Jurnalis : Nangkho


