Relawan Bolonemase Jatim Gelar Talkshow Digital, Bahas Hoaks hingga Perang Pemikiran
SIARANESIA, MAGETAN, — Perkembangan media sosial di era digital tidak hanya membuka ruang aspirasi publik, tetapi juga berpotensi menjadi arena provokasi yang mampu memengaruhi cara berpikir masyarakat.
Fenomena itu mengemuka dalam Talkshow bertema “Media Sosial, Ruang Aspirasi atau Provokasi” yang digelar Relawan Bolonemase Jawa Timur wilayah Mataraman di Mbah Joe Resort, Magetan, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan pakar media sosial dan teknologi informasi, Yusuf R Hakim atau yang akrab disapa Yura. Ia dikenal sebagai Wadir Lembaga Intelligence and National Securities Studies (INSS).

Dalam paparannya, Yura menegaskan bahwa ancaman terhadap sebuah negara saat ini tidak lagi hanya berbentuk kekuatan fisik atau militer, tetapi juga serangan terhadap pola pikir masyarakat melalui dunia digital.
“Sekarang ancaman besar itu disinformasi dan misinformasi. Ada narasi kebohongan atau hoaks, propaganda yang memancing emosi dan kemarahan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta talkshow.
Ia menjelaskan, perkembangan strategi penguasaan wilayah dari masa ke masa terus berubah. Jika dahulu kekuatan negara diukur melalui angkatan darat, laut, dan udara, maka saat ini penguasaan ruang digital menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Istilah modernnya Cognitive Warfare, yaitu perang untuk memengaruhi cara manusia berpikir dan mengambil keputusan. Ini perang pemikiran, bagaimana sebuah negara bisa membuat kacau pola pikir rakyat negara lain,” terang Yura.
Menurutnya, generasi muda dan para relawan perlu memiliki literasi digital yang kuat agar tidak mudah terjebak dalam arus propaganda maupun manipulasi informasi di media sosial.

Sementara itu, Korwil Bolonemase Jawa Timur, Majid Widigdo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Yura yang dinilai memberikan wawasan strategis bagi jaringan relawan Bolonemase di wilayah Mataraman.
“Kami berterima kasih kepada Mas Yura yang berkenan hadir berbagi ilmu dan pengalaman. Ini menjadi bekal penting bagi relawan dalam memahami perkembangan media sosial dan tantangan digital saat ini,” kata Majid.
Majid juga menyebut jaringan Relawan Bolonemase Jawa Timur kini telah memiliki sekitar 35 ribu anggota berbasis by name by address yang tersebar di 14 kabupaten/kota wilayah Mataraman.
Menurutnya, kekuatan utama relawan terletak pada konsolidasi yang solid mulai tingkat Korda, Korcam hingga Kordes.
“Mandiri secara manajerial, mandiri secara IT dan mandiri secara jaringan. Kami akan terus bergerak mendukung Presiden Prabowo Subianto. Tidak ada rasa minder untuk mendukung orang baik dan lurus. Ndak ada wedine sampai jadinya,” tegasnya.
Talkshow yang berlangsung hangat dan interaktif itu digelar atas arahan Kornas dan Korwil Bolonemase Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan kualitas pemahaman generasi muda, relawan, dan Koordinator Daerah terhadap dinamika media sosial di era digital.
Di akhir acara, Yura juga menyampaikan salam dari seniornya, Stevi, yang berhalangan hadir. Ia turut mengapresiasi kuatnya rasa persaudaraan di tubuh Relawan Bolonemase Jawa Timur.
“Semangat kebersamaan yang dibangun sangat kuat. Gerakannya jadi tidak kaku, tetapi luwes dan organik,” pungkasnya.
Jurnalis : Sing


