

Mufi Biahdi, Aktivis kemerdekaan Palestina asal Blitar.
BLITAR, Siaranesia.com – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kritik dan sikap skeptis dari sejumlah pihak di Indonesia.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan, partisipasi Indonesia dalam Board of Peace merupakan kelanjutan dari perjuangan diplomasi Indonesia di forum internasional, khususnya melalui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta sebagai langkah strategis untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Namun demikian, kebijakan tersebut mendapat tanggapan kritis dari sejumlah organisasi dan elemen masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menilai kehadiran Board of Peace berpotensi menjadi bentuk neokolonialisme baru atas Gaza yang dibungkus dengan narasi stabilitas dan rekonstruksi.
Tokoh muda sekaligus aktivis kemerdekaan Palestina asal Blitar, Mufi Biahdi, menyampaikan sikap skeptis terhadap efektivitas Board of Peace dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Israel dan Palestina.
Ia mengkhawatirkan keterlibatan tokoh-tokoh kontroversial seperti Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta tidak adanya penegasan yang jelas mengenai posisi Palestina dalam agenda Board of Peace.
Mufi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Presiden Prabowo yang dinilai berpotensi dimaknai sebagai pengakuan terhadap Israel sebagai negara.
Menurutnya, hal tersebut berisiko mengabaikan penderitaan panjang rakyat Palestina akibat konflik yang berkepanjangan.
“Kendati langkah ini dipandang sebagai upaya konkret menuju perdamaian, banyak pihak masih meragukan hasilnya, mengingat kompleksitas kepentingan politik dan sejarah konflik di kawasan tersebut,” ujar Mufi.
Ia berharap Indonesia dapat memainkan peran diplomatik yang lebih kuat dan konsisten dalam mendukung Palestina, tidak hanya melalui forum internasional, tetapi juga lewat advokasi kemanusiaan serta sikap politik yang tegas dan berkelanjutan.
Alvin
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau!