

Siaranesia, Blitar — Ratusan penarik becak di Kabupaten Blitar mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik di Pendopo Sasana Adhi Praja (SAP) Kanigoro, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bantuan becak listrik yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Pelatihan digelar melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Blitar, Yayasan Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN), serta didampingi Partai Gerindra Kabupaten Blitar.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Ratna Dewi Nirwana Sari, mengatakan sebanyak 200 pengemudi becak penerima manfaat diwajibkan mengikuti pelatihan sebelum menerima unit bantuan.
“Pelatihan ini tidak hanya mengenalkan teknologi becak listrik, tetapi juga cara pengoperasiannya. Mulai dari menyalakan mesin, pengisian daya baterai, hingga memahami fungsi rem, gas, dan lampu sein. Kegiatan juga dilengkapi praktik langsung,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, penyaluran 200 unit becak listrik di Kabupaten Blitar merupakan tahap awal program yang disalurkan melalui Yayasan GSN. Bantuan tersebut diberikan gratis tanpa dipungut biaya.
Ia berharap inovasi ini mampu meningkatkan pendapatan harian penarik becak karena penggunaan tenaga menjadi lebih ringan dan unit lebih modern sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi penumpang.
Ratna menegaskan, sumber pendanaan bantuan tidak berasal dari APBN, melainkan dari dana pribadi Presiden Prabowo.
Program ini, lanjutnya, bertujuan mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan penarik becak.
“Kami ingin para penarik becak memahami penggunaan kendaraan ini secara menyeluruh agar aman dan sesuai tujuan program, yakni meningkatkan ekonomi dan produktivitas,” katanya.
Selain pengenalan teknologi dan teknis pengoperasian, peserta juga mendapatkan materi keselamatan berkendara.
Pelatihan ini diharapkan membantu meringankan beban kerja penarik becak, terutama yang berusia di atas 55 tahun, sekaligus memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau!