Pasokan Air di Kepanjen Sempat Mati Total, Perumda Tirta Kanjuruhan Perbaiki Pipa 12 Inci di Ngajum

SIARANESIA.COM | MALANG – Pasokan air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, sempat mati total akibat kebocoran pipa berdiameter 12 inci di kawasan Palaan, Kecamatan Ngajum.

Perumda Tirta Kanjuruhan bergerak melakukan perbaikan terhadap jaringan pipa vital tersebut. Setelah perbaikan selesai, distribusi air kepada pelanggan mulai kembali normal secara bertahap.

Sebelumnya, Perumda Tirta Kanjuruhan telah mengimbau pelanggan terdampak untuk mengantisipasi gangguan dengan menampung air. Proses perbaikan dan normalisasi jaringan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 1 x 24 jam.

Gangguan distribusi tersebut berdampak pada sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Kepanjen, di antaranya Ardirejo, Panggungrejo, Sengguruh, Mangunrejo, Mangir, dan Cepokomulyo. Di sejumlah titik, debit air mengecil hingga mati total sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Keluhan pelanggan juga bermunculan di media sosial. Salah satunya disampaikan Dyah, warga Kepanjen, yang berharap proses perbaikan segera selesai.

“Mugi-mugi ndang rampung nggeh pak, banyu e pun asat sat,” tulis Dyah. Artinya, ia berharap perbaikan segera selesai karena pasokan air telah mati total dan mengganggu aktivitas seperti mandi maupun memasak.

Menanggapi kondisi tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan langsung melakukan perbaikan. Setelah jaringan selesai dikerjakan, pengaliran air dilakukan secara bertahap dan tidak langsung menggunakan tekanan penuh.

“Kami lakukan normalisasi secara bertahap. Ini penting untuk menjaga stabilitas tekanan dan menghindari potensi kebocoran baru akibat hentakan tekanan air,” jelas manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan.

Hasilnya, pada Selasa (6/10/2026), sejumlah warga mulai melaporkan pasokan air kembali mengalir.

“Alhamdulillah sudah mengalir. Kemarin mati total beberapa jam. Sorenya baru kembali normal,” ungkap Huda, warga Kepanjen.

Pada Selasa pagi, beberapa titik masih melaporkan aliran air yang belum stabil. Namun, memasuki Selasa sore, kondisi distribusi di wilayah terdampak berangsur normal.

Perumda Tirta Kanjuruhan juga mengingatkan pelanggan mengenai kemungkinan air terlihat keruh setelah jaringan kembali dialiri. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan di dalam pipa yang menyebabkan endapan sedimen terangkat.

Air yang keruh tersebut, menurut Perumda, umumnya akan kembali jernih setelah pengaliran berlangsung beberapa saat.

Perumda Tirta Kanjuruhan mengimbau pelanggan di wilayah Kepanjen untuk tetap bijak menggunakan air dan melakukan penghematan selama proses normalisasi jaringan berlangsung hingga kondisi distribusi benar-benar stabil.

Jurnalis: Susilo

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles