Refleksi Setahun Kepemimpinan, Wali Kota Blitar Akui 80 Persen APBD Terpangkas dan Fokus Genjot PAD

Dialog Refleksi Setahun Kepemimpinan, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin Akui 80 Persen APBD Terpangkas dan Fokus Genjot PAD

Siaranesia.com, BLITAR – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memimpin Diskusi Terbuka bertajuk “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar” di Museum PETA, Minggu (1/3/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kepala OPD, instansi terkait, awak media, LSM, influencer, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja selama satu tahun kepemimpinannya bersama jajaran Pemerintah Kota Blitar.

Dialog Refleksi Setahun Kepemimpinan, Wali Kota Blitar Akui 80 Persen APBD Terpangkas dan Fokus Genjot PAD

Ia menyebut, dalam kurun waktu tersebut, Pemkot Blitar berhasil meraih 70 penghargaan di berbagai bidang.
“Terima kasih kepada seluruh OPD dan instansi terkait. Dalam satu tahun pemerintahan ini kita mendapatkan 70 penghargaan, dan saya didukung teman-teman OPD yang kapabel dalam tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Meski demikian, Mas Ibin mengakui adanya tantangan berat akibat pemangkasan anggaran yang signifikan. Ia menyebut hampir 80 persen APBD Kota Blitar mengalami pemangkasan, sehingga berdampak pada sejumlah layanan dan program pemerintah.
“Hampir 80 persen APBD kita dipangkas. Itu sangat berat bagi kami, sehingga ada beberapa layanan yang terpaksa dikurangi,” tegasnya.

Beberapa program yang terdampak efisiensi anggaran di antaranya pemberian bingkisan bagi pekerja di Kota Blitar, bantuan beras Rastrada, serta program Karya Mas.

Atas kondisi tersebut, Mas Ibin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Jika ada hal yang kurang nyaman, kami selaku Pemerintah Kota Blitar memohon maaf kepada seluruh pihak karena keterbatasan anggaran,” ucapnya.

Sebagai langkah strategis, Pemkot Blitar mengarahkan alokasi anggaran yang tersedia untuk program jangka panjang, seperti sektor pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta penanganan stunting. Selain itu, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor jasa.
“Salah satu catatan untuk pertumbuhan PAD adalah sektor rumah sakit, karena sumber pendapatan terbesar kita berasal dari jasa, termasuk layanan kesehatan. Jadi sektor kesehatan menjadi tumpuan utama PAD,” jelasnya.

Mas Ibin optimistis PAD Kota Blitar tetap menunjukkan tren positif dalam dua tahun ke depan. Ia menargetkan pada 2026–2027 pendapatan daerah dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Selain sektor kesehatan, Pemkot Blitar juga akan memaksimalkan potensi jasa pariwisata, khususnya dari sektor perhotelan dan restoran yang menunjukkan tren kenaikan.
Jurnalis ; Alvin

Baca Juga
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Jurnalistik Berkualitas Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!